Imbas Krisis Venezuela, Bajak Laut Berkeliaran

Ilustrasi bajak laut (Youtube)
03 September 2018 23:40 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, CARACAS Bajak laut di perairan Laut Karibia ternyata bukan dongeng belaka. Kapal-kapal yang berlayar di sekitar Trinidad dan Tobago—negara kepualauan di sekitar Laut Karibia—terancam bahaya. Mereka yang melintas di wilayah tersebut dihantui teror bajak laut.

Dikutip dari Washington Post, Senin (3/9/2018), bajak laut yang berkeliaran di perairan Karibia semakin banyak jumlahnya akibat krisis ekonomi di Venezuela. Mereka menjadi perampok yang menyerang kapal pesiar mewah maupun nelayan yang melintas.

Peneliti dari Insight Crime yang mempelajari soal kejahatan mengatakan, munculnya bajak laut merupakan dampak negatif dari krisis ekonomi berkepanjangan di Venezuela. Sementara itu, sebuah studi dari lembaga nirlaba, Oceans Beyond Piracy, menyebut seraangan bajak laut di perairan Karibia meningkat antara tahun 2016-2017.

"Pembajakan yang kami lihat adalah imbas dari krisis ekonomi dan politik di Venezuela," kata seorang politisi dari Trinidad dan Tobago, Roodal Moonilal.

Seorang nelayan bernama Jimmy Lalla menceritakan kisah tragisnya dirampok bajak laut. Dia merasa sangat ketakutan saat seorang bajak laut bertubuh pendek melompat ke perahunya sambil berteriak dan menodongkan pistol.

"Saat itu kami hendak mencari ikan. Tiba-tiba ada kapal yang mendekat. Aku kira itu nelayan yang membutuhkan bantuan. Namun, tiba-tiba mereka melompat ke perahu kami dan menodongkan pistol," kata Jimmy Lalla.

Krisis ekonomi yang melilit Venezuela membuat warganya harus putar otak untuk bertahan hidup. Beberapa dari mereka terpaksa melarikan diri ke sejumlah negara tetangga untuk menyambung hidup. Sementara beberapa wanita Venezuela yang dikenal berparas cantik jelita itu menjadi pekerja seks komersial di Kolombia.

Hiperinflasi yang terjadi di Venezuela membuat mata uang bolivar kehilangan nilai. Semua harga barang di Venezuela sangat mahal dan tidak masuk akal. Di tengah kesengsaraan rakyat yang semakin menjadi-jadi, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, tetap menolak mundur. Hal itu membuat rakyat Venezuela tidak tahan dan memilih pergi ke negara lain untuk mencari perlindungan.

Tokopedia