Hendak Isi Diskusi di Palembang, Rocky Gerung & Ratna Sarumpaet Ditolak Datang

Sudirman Said (kanan) dan Rocky Gerung (kiri) dalam acara Refleksi 20 Tahun Reformasi: Indonesia Darurat Korupsi di Star Hotel, Kota Semarang, Jateng, Selasa (29/5 - 2018). (Instagram/@sudirmansa1d)
01 September 2018 00:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PALEMBANG -- Aksi penolakan terhadap tokoh yang dianggap terkait gerakan #2019GantiPresiden kembali terjadi. Warga Palembang yang tergabung dalam Aliansi Sipil Palembang menolak kedatangan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet.

Rocky dan Ratna rencananya menjadi pemateri dalam diskusi Menyongsong Indonesia Bangkit, Selamatkan Indonesia Kembali ke UUD 1945 di Hotel D Zuri Transmart, Sabtu (1/9/2018). Andreas OP, Ketua Aliansi Sipil Palembang, menilai Rocky maupun Ratna merupakan penggagas gerakan #2019GantiPresiden dan bisa mengganggu kondusifitas kota Pempek tersebut.

"Kondisi Palembang sangat kondusif, mereka berdua akan hadir dalam diskusi umum. Kami warga sipil mencermati gerakan #2019gantipresiden itu gerakan politik tidak sehat," jelas Andreas di Palembang, Jumat (31/8/2018), dirilis Suara.com.

Ia juga meminta lapisan masyarakat di Sumatera Selatan berani menyikapi secara kritis gerakan #2019GantiPresiden. "Sebab, mereka membangun opini dengan menyerang visi pemerintah. Selama 4 tahun rezim Jokowi, pemerintah sudah melakukan banyak perubahan,” tuturnya.

Andreas mengungkapkan, sudah melapor ke Polda Sumsel soal penolakan mereka terhadap kedatangan Rocy Gerung dan Ratna Sarumpaet.

"Kami tidak ingin masyarakat terpecah belah. Mereka ini mengarahkan Indonesia dibelah jadi dua, dalam pertarungan Pilpres 2019, Jokowi dan Prabowo. Bangsa ini ada dua kutub kanan dan kiri. Kita berharap isu ganti presiden segera mencair," ujarnya.

Sementara eksponen aktivis 1998 Sumsel, Avir, menilai diskusi Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet tersebut sah secara hukum. "Kalau terindikasi melakukan hal yang tidak sehat, itu yang kami cegah. Kami siap melakukan gerakan aksi itu. Ini menyangkut nama baik demokrasi. Berdemokrasi silakan, membuat forum silakan. Tapi kalau menyebar hoaks, fitnah, itu kami tolak," jelasnya.

Sumber : Suara.com