Dianggap Pengecut Soal Mahar Politik, Bawaslu Tuding Andi Arief Tak Serius

Bakal calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
31 Agustus 2018 17:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menganggap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief tidak serius atas pernyataannya soal dugaan mahar politik Sandiaga Uno.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan bahwa seharusnya Andi datang memenuhi panggilan untuk diminta keterangan sebagai saksi. “Jangan dia yang tidak serius kemudian kita yang dituduh tidak serius,” katanya di gedung Bawaslu, Jumat (31/8/2018).

Bagja menjelaskan bahwa tidak mungkin memenuhi tiga opsi permintaan Andi, yaitu soal pemeriksaan di Bawaslu Lampung, menggunakan panggilan video, atau menulis pernyataan langsung yang ditandatangani.

Alasannya, pemeriksa laporan dugaan mahar politik ini adalah Bawaslu Pusat sehingga mereka yang lebih paham soal kasus. Selain itu, pemanggilan klarifikasi dilaksanakan di Jakarta, bukan di Lampung. 

Sebelumnya, Andi Arief menilai Bawaslu pengecut dan pemalas karena tidak mau berusaha keras membuktikan dugaan mahar politik dengan total Rp1 triliun tersebut. Bawaslu juga tidak  melanjutkan laporan dengan alasan tidak mendapatkan keterangan langsung darinya. 

“Kalau hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan saya, harusnya dengan ke Lampung komisioner bisa mendapatkannya, seperti yang sudah saya tawarkan,” ungkapnya.

Tokopedia