Korban Jatah VIP, Wakil Ketua KPK Diusir Saat Nonton Asian Games 2018

Wakil Ketua KPK Laode Syarif (tengah) bersama Koalisi Masyarakat Antikorupsi memberikan keterangan pers terkait penolakan gugatan terhadap saksi ahli di gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8 - 2018). (Antara / Aprillio Akbar)
30 Agustus 2018 19:15 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Polemik aksi borong tiket dan banyaknya tiket VIP menjadi cerita miring yang menyertai penyelenggaraan sejumlah pertandingan Asian Games 2018. Tak hanya Olympic Council of Asia (OCA) yang merasa ganjil, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membeli tiket reguler pun terkena imbasnya.

Adalah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang mengalaminya. Dalam sebuah unggahannya di akun Twitter @laodemsyarief, Minggu (26/8/2018) lalu, Laode bercerita dirinya menonton pertandingan badminton di Istora Senayan. Tiket yang dia beli memang bukan tiket VIP, namun tiket biasa seharga Rp200.000.

Saat menonton itulah Laode diminta meninggalkan kursi tersebut oleh panitia. Alasannya, kursi yang dia tempati sudah diperuntukkan untuk tamu VIP.

"Tiba-Tiba diusir dari seat yang yg sudah kami beli krn mau didekasikan buat VIP tp setelah minta penjelasan panitia mana aturannya, dia bilang “kebijakan panitia” #AsianGames18Badminton @AnjelMalik @unilubis Untung setelah liat penonton protes...mereka panggil lagi," kicau Laode.

Laode juga mengunggah foto deretan kursi di salah satu sisi tribun yang kosong karena didedikasikan untuk tamu VIP. Ada banyak sekali kursi yang kosong di foto itu dan jumlahnya mencapai puluhan.

Belakangan, Laode menegaskan kembali bahwa tiket yang dia beli bukan untuk kursi kelas VIP. Saat itu, dia duduk di kursi yang ditunjukkan panitia sesuai tiketnya. Hal ini untuk membuktikan bahwa Laode tidak duduk di tempat yang salah. Namun kemudian ada panitia lainnya yang mengusirnya.

"Saya mau TEGASKAN dan sampaikan bahwa saya membeli tiket BUKAN VIP dan DUDUK SESUAI KELAS TIKET SAYA (bukan VIP) dan itu ditunjukan tempatnya oleh panitia. Tapi setelah duduk sesuai kelas tiket saya, ada Panitia lain lagi yg mengusir krn mau disisihkan buat VIP. Case close," kicaunya, Selasa (28/8/2018).

Kritik serupa juga disampaikan pemilik akun Twitter Anjelita Malik, @anjelmalik. Menurutnya, di event kelas dunia, seharusnya pengaturan kursi sangat jelas dan tidak membingungkan penonton.

"Kalau tiket sdh diperiksa panitia, & disuruh duduk di bagian tertentu, tanpa ada penanda sama sekali di sana bhw itu bagian VIP, Cat A atau Cat B, lalu penonton harus tetap mau dipindah2 saja? Di event tk dunia lain, seating sangat jelas, ga pake bingung," kicaunya, Rabu (29/8/2018).

Tokopedia