Sandiaga ke SD Budi Mulia Dua Jogja, Panwaslu Dilarang Masuk

Bakal calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
30 Agustus 2018 17:39 WIB Bernadheta Dian Saraswati Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno melakukan kunjungan di SD Budi Mulia Dua, Ngemplak, Sleman, Kamis (30/8/2018). Namun dalam kunjungan tersebut petugas Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Ngemplak dilarang masuk ke lokasi sekolah.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kecamatan Ngemplak Ahmad Sidiq Wiratama mengatakan pihaknya ditugaskan pimpinan untuk memantau kunjungan Sandi dan memastikan tidak ada kegiatan kampanye karena saat ini belum masuk masa kampanye. Masa kampanye baru dimulai pada 23 September 2018.

Ahmad datang pukul 09.30 WIB atau seperempat jam sebelum kedatangan Sandiaga Uno. Namun oleh pihak yang berjaga di depan gerbang sekolah, dia dilarang masuk ke lokasi sekolah.

"Kalau dari yang mengantar Pak Sandi, infonya tidak ada kampanye. Saya tidak diperkenankan karena alasan internal. Katanya di dalam ada pertemuan dengan Hanafi Rais dan Amien Rais di ruangan tertutup," kata Ahmad pada Harian Jogja, Kamis (30/8/2018).

Ahmad akan melapor kepada Panwaslu Kabupaten bahwa dia tidak diberi akses masuk ke sekolah sekalipun kunjungan Sandiaga tidak bermuatan kampanye. "Saya diinfo sama stafnya Hanafi, kalau di dalam ada orasi [kampanye], saya diperkenankan masuk tapi kalau tidak ada orasi berarti ini adalah pertemuan internal dan Pak Sandi hanya melihat pertunjukan-pertunjukan siswa," katanya.

Dalam kunjungan Sandiaga Uno ke SD Budi Mulia Dua tersebut, awak media juga tidak diperkenankan masuk. Namun dari suara yang terdengar melalui pengeras suara, Sandi terdengar berinteraksi dengan para siswa. "Mau jadi juara Asian Games? Kalau mau berlatih keras, insya Allah bisa meraih medali emas," kata Sandi.

Tokopedia