Isu Dana Suap Rp2 Miliar ke Munaslub, Golkar Sangkal Eni Saragih

Anggota DPR Komisi VII Eni Maulani Saragih dengan rompi tahanan menuju mobil tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/7 - 2018). (Antara / Sigid Kurniawan)
30 Agustus 2018 15:42 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kini menggoyang Partai Golkar. Muncul isu aliran dana Rp2 miliar dari Eni Saragih untuk pembiayaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar2017 lalu.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku kesal partainya terus digoyang isu aliran dana suap PLTU Riau-1 itu setelah mantan Sekjennya, Idrus Marham, menjadi tersangka. Dalam proyek itu, kata Eni Saragih, Golkar disebut kecipratan duit Rp 2 miliar, tapi Airlangga membantahnya.

Eni Saragih membeberkan adanya aliran dana Rp 2 miliar untuk kegiatan Munaslub Partai Golkar yang digelar Desember 2017 lalu. Meskipun saat itu Eni menjabat sebagai bendahara Munaslub Partai Golkar 2017, Airlangga menegaskan suap tersebut merupakan tindakan pribadi Eni.

"Kenapa asik ganggu Golkar terus? Apa yang dilakukan pribadi itu tidak ada hubunganya dengan institusi partai, jadi jelas di situ," kata Airlangga di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Kamis (30/8/2018), dirilis Suara.com.

Terlebih lagi, Airlangga menegaskan waktu proses kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau tidak bersamaan dengan waktu Munaslub Golkar berlangsung.

"Proyek itu kapan, proyek itu tidak ada hubungannya sama Partai Golkar, jadi itu yang harus dicatat jangan dijadikan satu. Kejadian dari sequence waktu, udah jelas kapan kegiatan ini diinisiasi, kapan itu Munaslub Golkar," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2017, Agus Gumiwang Kartasasmita, dihubungi Antara di Jakarta, Senin (27/8/2018), juga membantahnya. "Golkar tidak pernah menerima uang sepeserpun dari Saudari Eni Saragih untuk Munaslub," ujar Agus.

Agus mengklaim dirinya selaku Ketua Organizing Committee Munaslub Golkar 2017 dapat mempertanggungjawabkan seluruh sumber pendanaan munaslub itu. "Pernyataan pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution, [terkait adanya dana suap proyek PLTU Riau 1 yang digunakan untuk membiayai munaslub Golkar 2017] tidak benar," tegas Agus.

Secara terpisah Ketua Penyelenggara Munaslub Golkar 2017 Nurdin Halid menekankan dirinya tidak pernah menerima laporan adanya sumbangan Eni Saragih untuk pembiayaan Munaslub. Nurdin menyebut pernyataan pengacara Eni dilontarkan tanpa dasar. "Berita [pernyataan pengacara Eni] itu tidak benar," kata Nurdin.

Sebelumnya pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution mengatakan adanya aliran dana suap PLTU Riau 1 yang diberikan kliennya untuk membiayai Munaslub Golkar 2017. Dalam Munaslub Golkar 2017 itu, Eni ditugaskan menjadi bendahara penyelenggara.