MUI: Mengandung Enzim Babi, Vaksin MR Boleh Dipakai Karena Darurat

ilustrasi pemberian vaksin. (Solopos/Dok)
28 Agustus 2018 21:20 WIB Anggara Pernando Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan (mubah) penggunaan vaksin measles rubella (MR) yang diimpor pemerintah meski terbukti memanfaatkan unsur dari babi dalam produksinya. Pembolehan ini dikarenakan ada kondisi keterpaksaan karena tingginya risiko akibat infeksi virus ini.

Dalam Fatwa No. 33/2018 tentang Penggunaan Vaksin MR untuk produk dari Serum Intitute of India untuk imunisasi itu, MUI menegaskan hukum ini karena mempertimbangkan keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan jika tidak diimunisasi. Selain itu ahli menyebutkan belum ada vaksin yang halal.

Dalam keputusan yang dikutip Bisnis/JIBI, Selasa (28/8/2018), MUI menyebutkan kebolehan penggunaan vaksin MR tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci. Selain itu, fatwa MUI mendesak pemerintah menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.

"Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi rekomendasi kedua fatwa ini.

Fatwa yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin, dan Sekretaris, Asrorun Niam Sholeh, ini juga menegaskan ke depan pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

"Pemerintah harus mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal," rekomendasinya lebih lanjut.