Fahri Hamzah: Jokowi Harus Bersyukur Ada Gerakan #2019GantiPresiden

Fahri Hamzah berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti Sidang Paripurna DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (17/7 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
28 Agustus 2018 15:13 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menghadapi gerakan #2019GantiPresiden dengan dialog.

"Itu hukum besi dalam berdemokrasi. Karena demokrasi itu artinya memfasilitasi pebedaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," katanya melalui pesan singkat, Selasa (28/8/2018).

Fahri mengatakan bahwa gerakan #2019GantiPresiden seharusnya menjadi kritik yang membangun karena ada masyarakat yangtidak puas dengan pemerintahan Jokowi. Oleh karena itu Jokowi harus bersyukur karena ini jadi deteksi dini.

"Kalau saya ada gelombang yang tidak menyukai saya, maka saya akan memanggil orang-orang. Apa ini, kok bisa ada orang yang enggak suka saya? Mungkin ada hal yang belum saya mengerti, tolong beri masukan kepada saya," ucap Fahri.

Jika berada di posisi Jokowi, kata Fahri, dia akan menangkap gerakan tersebut sebagai deteksi dini gratis dari publik dan menganggap sebagai nilai positif. Anggota DPR asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mendesak pemerintah menciptakan iklim kondisi yang kondusif.

"Jangan sampai karena jatuhnya kredibilitas pemerintah, tiba-tiba kita memiliki rezim yang tidak kuat atau rezim yang diragukan. Karena itu, lebih baik secara dini kita memberi nasihat kepada pemerintah supaya sukses dan mampu behadapan dengan gelombang," ungkapnya.