Disekap di Kandang Ayam, 3 Hari 2 Bocah Tak Dikasih Makan

Dua balita kakak beradik ditemukan di ruang kosong mirip kandang ayam di Batam. (Okezone/Batamnews)
27 Agustus 2018 22:33 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BATAM -- Nasib malang dialami kaka beradik, R berusia 4,5 tahun dan A berusia 3,5 tahun, Dua bocah balita itu disekap pamannya sendiri di kandang ayam.

Ironisnya lagi dua bocah balita itu tak dikasih makan bahkan disiksa. Dikutip Okezone dari Batamnews.com, dua bocah balita itu ditemukan warga di ruang kosong mirip kandang ayam di Perumahan Central Park Residence, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau.

Saat ditemukan, Kamis (23/8/2018) malam, keduanya dalam kondisi kelaparan dan tak terurus di sebuah ruangan samping rumah warga bernama Suryanto.

Sejak Jumat (24/8), kedua balita yang diduga ditelantarkan orangtuanya dan disekap pamannya tersebut langsung dievakuasi ke RSUD Embung Fatimah.

Keduanya selama ini diasuh Suryanto, yang diduga saudara dari orangtua mereka.

Suryanto kini berurusan dengan pihak berwajib. Ia ditahan polisi akibat ulahnya menelantarkan kedua keponakannya yang masih balita. Selain itu, ia juga melakukan tindakan kekerasan.

Berdasarkan informasi dari kepolisian yang didapat Batamnews—jaringan Suara.com, Senin (27/8/2018), R dan A masih dalam perawatan tim dokter akibat kelaparan dan luka lebam di sekujur tuhuh, hingga mengalami gangguan pencernaan.

“Mereka keponakan saya. Orangtuanya yang bekerja sebagai buruh pabrik di Timor Leste,” kata Suryanto saat ekspose perkara ini di Polresta Barelang, Senin (27/8/2018).

Ia menuturkan, mengurung kedua bocah tersebut di ruang mirip kandang ayam berlumpur tersebut karena kesal. Sebab, ia mengklaim, keduanya nakal.

"Saya kesal, pas saat istri saya lagi sakit, A dan R nakal, sehingga saya terpaksa mengurungnya di dalam gudang samping rumah," ujarnya.

Ia juga mengakui memukul wajah A dan R dengan cara menampar dan juga mencubit badannya.

Dikirimi Uang

Padahal, selama dititipkan, Suryanto selalu dikirimi uang oleh kedua orangtua balita ini senilai Rp 2,6 juta per bulan.

Kapolresta Barelang Komisaris Besar Hengki mengatakan, pihaknya telah menghubungi kedua orangtua balita itu. Namun, keduanya ternyata mengalami kesulitan finansial untuk pulang ke Batam saat ini.

"Muhammad Taher dan Aisyah kedua orang tua balita, sudah kami hubungi. Namun belum bisa datang ke Batam, katanya lagi kumpulkan dana untuk pulang," terang Hengki.

Penganiayaan ini terjadi tiga hari berturut-turut. Suryanto kesal melihat A dan R yang menurutnya nakal.

Tokopedia

Sumber : Suara.com