Andi Arief 4x Mangkir, Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno Mandek?

Bakal calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
27 Agustus 2018 19:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melakukan kajian atas dugaan mahar politik Rp1 triliun yang dilakukan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno tanpa keterangan Andi Arief. Menurut anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, hal ini karena Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu empat kali tidak memenuhi panggilan.

“Hari ini batas terakhir dan jika kita tidak mendapatkan keterangan apapun terhadap peristiwa yang diberitakan sebagaimana bukti yang disampaikan pelapor, maka Bawaslu akan membuat kajian terhadap keterpenuhan materil atas laporan tersebut,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (27/8/2018).

Langkah ini mengacu pada Peraturan Bawaslu No 7/2018. Pasal 24 menjelaskan bahwa surat undangan klarifikasi kepada pelapor atau terlapor dari Bawaslu jika tidak dipenuhi sebanyak dua kali maka pengawas pemilu melakukan kajian berdasarkan bukti yang ada.

Andi Arief menjadi saksi yang dibutuhkan Bawaslu dalam kasus dugaan mahar politik Rp1 triliun yang dilakukan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Hal ini karena curhatan Andi melalui akun Twitter pribadinya. Dia mengaku kecewa dengan Prabowo Subianto karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun.

Andi Arief menyebut Sandiaga menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo. Di sisi lain surat permintaan kehadiran sebagai saksi adalah panggilan keempat untuk Andi dan semuanya tidak dia hadiri.

Bisnis/JIBI mencoba menghubungi yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi. Akan tetapi telepon tidak diangkat dan pesan instan juga tak dibalas.

Tokopedia