Warga Sragen & Boyolali Korban Proyek WKO Berdemo Tuntut Ganti Rugi

Warga dari KabupatenSragendan Boyolali beraudiensi dengan perwakilan pengelola Waduk Kedung Ombo (WKO) di Gedung Pengelolaan WKO di dekat Bendungan WKO, Grobogan, Jateng, Jumat (24/8 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
24 Agustus 2018 20:15 WIB Kurniawan Nasional Share :

 Solopos.com, SRAGEN -- Puluhan warga Kabupaten Sragen dan Boyolali yang mengaku sebagai korban dari proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo (WKO) menggelar unjuk rasa menuntut ganti rugi kepada pemerintah, Jumat (24/8/2018) siang.

Pantauan solopos.com aksi warga semula akan dilakukan di dekat Bendungan WKO mulai pukul 10.00 WIB. Tapi rencana itu batal lantaran penjagaan ketat aparat kepolisian dan TNI di area pintu masuk menuju bendungan WKO.

Selanjutnya massa bergeser ke Kantor Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Semarang tidak jauh dari Bendungan WKO. Di tempat tersebut massa diterima petugas perwakilan dari BBWS Pemali Juana.

Seperti petugas pelaksana operasi WKO, Sabar Santoso, dan perwakilan dari BBWS Pemali Juana, Purwanto. Tampak hadir Kabag Ops Polres Grobogan, Kompol Sigit Ari Wibowo, yang bertugas mengawal jalannya unjuk rasa.

Perwakilan warga, Djaswadi, mengatakan dengan sudah dimukimkannya 5.000 keluarga terdampak proyek WKO, persoalan belum selesai. Sebab masih ada 1.663 keluarga di Kemusu, Boyolali, yang belum mendapatkan hak mereka.

Upaya memukimkan mereka di lahan hutan terkendala adanya pihak-pihak yang selama ini selalu menghalang-halangi upaya tersebut. Dia mencontohkan belum terealisasinya program memukimkan 500 warga terdampak WKO.

Kendala itu muncul menurut Djaswadi karena adanya oknum-oknum yang justru mengeruk keuntungan pribadi dari adanya proyek WKO. Djaswadi mengancam akan mengajukan masalah itu ke Mahkamah Internasional.

“Kalau tidak segera ada penyelesaian atas masalah ini saya akan ajukan permasalahan ini ke Mahkamah Internasional di Den Haag Belanda atau Amerika. 30 Tahun sudah berlalu. Kami butuh solusi segera,” tegas dia.

Djaswadi menerangkan warga terdampak proyek WKO tidak hanya di Boyolali. Di Sragen juga ada ribuan keluarga yang hingga kini belum mendapatkan hak mereka. Warga berharap pemerintah segera menuntaskan masalah ini.

Sedangkan perwakilan warga terdampak proyek WKO dari Sragen, Wajiman, mengatakan harapan warga bisa mendapat ganti tanah dari pemerintah lantaran saat pembebasan lahan proyek tak ada musyawarah dan mufakat.

Di Sragen ada sejumlah desa yang terdampak proyek WKO yaitu Nglorog, Korangan,Pilangrembes, Gilirejo, Soko, Bagor, Boyolayar, Ngargotirto, Ngargorejo, Pendem, dan Ngandul. “Kami menuntut keadilan,” tutur dia.

Sementara Petugas Pelaksana Operasi WKO, Sabar Santoso, menyatakan pihaknya tidak bisa memberikan keputusan. Setiap aspirasi dari warga akan disampaikan kepada pimpinan dia untuk ditindaklanjuti.