Ayah Eko: Tolong Jangan Jadikan Kesedihan Kami untuk Kepentingan Lain

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo (kiri), bersama ayah korban, Suharto (kedua dari kiri), Istri korban, Dahlia Antari Wulaningrum (tengah), dan mertua korban, Aiptu Sutardi (kanan), melihat proses olah TKP, Jumat (24 - 8). (Solopos/Nicolous Irawan)
24 Agustus 2018 19:31 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kepergian Eko Prasetyo, 28, warga Jl. Mliwis RT 002/RW 007, Manahan, Banjarsari Solo dalam kasus pembunuhan di timur Mapolresta Solo, Rabu (22/8/2018) membawa duka mendalam bagi keluarganya.

Ayah Eko, Suharto  dan ayah mertua Eko, Aiptu  Sutardi mendatangi olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (24/8/2018). Kepada wartawan Suharto kembali menegaskan mempercayakan kasus Mercedes vs Honda Beat itu ke Polresta Solo. 

Dia meminta masyarakat jangan menambah duka keluarga dengan mempolitisasi kasus pembunuhan samping Mapolresta Solo itu untuk tujuan tertentu.  Orang yang tidak ada hubungan darah dengan keluarga tidak usah ikut campur.

"Saya mengajak warga ikut menjaga kondusivitas keamanan Kota Solo. Jangan menjadikan kesedihan ini untuk kepentingan lain. Keluarga mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini ke Polresta," kata dia.

Dalam gelar olah TKP itu, Suharto bersedih melihat sisa bercak darah Eko bercampur dengan pasir di tengah jalan. Air matanya tampak menetes di pipi. Melihat Suharto bersedih, Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mencoba menenangkannya sambil berbisik sesuatu di telinga Suharto.

Kapolresta lalu mengajak Suharto bersama ayah menantu Eko keluar lokasi kejadian. "Saya sedih melihat kejadian ini. Sebagai orang tua almarhum Eko tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan," ujar Suharto kepada wartawan, Jumat.

Suharto mengaku pada Kamis malam mendapatkan undangan dari Kapolresta Solo untuk ikut menyaksikan olah TKP. Sebelumnya sudah melihat lokasi kejadian sehari setelah Eko meninggal. 

iklas

"Kami sudah mengiklaskan kepergian Eko. Kajadian ini ujian bagi keluarga sehingga harus tabah supaya arwah Eko bisa tenang di sana," kata dia.

Suharto bersama sang besan, Sutardi datang ke TKP berjalan kaki dari rumahnya di Kampung Gremet, Manahan, Banjarsari menuju ke Jl.K.S.Tubun.  Dia datang 30 menit saat sedang dilakukan olah TKP.

Anggota Satlantas yang berjaga di pintu utara jalan mempersilahkan Suharto masuk ke lokasi kejadian. Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo menghampiri Suharto yang datang ke lokasi olah TKP bersama ayah mertua Eko, Sutardi. Mereka bertiga berhenti tepat di lokasi meninggalnya Eko. 

Selama olah TKP berlangsung Polresta Solo menutup akses masuk Jl.K.S. Tubun, Manahan, Banjarsari dari arah utara,  pukul 07.15 WIB. Pagi itu Polresta Solo sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pembunuhan Eko Prasetyo, 28, warga Jl. Mliwis RT 002 /RW 007, Manahan, Banjarsari.

Eko meninggal setelah sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AD 5435 OH ditabrak dari belakang mobil sedan Mercedes-Benz berpelat nomor AD 888 QQ yang dikendarai Iwan Adranacus, 40, warga Jaten, Karanganyar.