Mundur Setelah Jadi Tersangka, Idrus Marham Dianggap Ksatria

Idrus Marham memberikan keterangan kepada wartawan seusai menyerahkan surat pengunduran diri selaku Mensos kepada Presiden Jokowi di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (24/8 - 2018). (Antara / Hafidz Mubarak)
24 Agustus 2018 18:31 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memuji sikap Idrus Marham yang disebutnya ksatria setelah politikus Golkar itu mengundurkan diri dari posisi sebagai Menteri Sosial. Menurutnya, Idrus mempunyai keberanian meletakan jabatannya karena tersangkut kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1.

"Tapi apapun ini menunjukkan sikap Pak Idrus Marham yang kami kenal sebagai sosok ksatria yang bertanggung jawab," kata Hasto, Jumat (24/8/2018). Dia menambahkan bahwa mantan Sekjen Partai Golkar itu bisa memisahkan posisinya sebagai pejabat negara dengan kasus yang tengah dijalani.

"Bagaimana beliau taat dalam mekanisme hukum itu sendiri dan tidak ingin mencampuri antara kedudukan politik sebagai menteri dan kemudian dengan proses hukum itu. Ini merupakan hal yang positif," ujarnya.

Sebelumnya, Idrus mengakui telah mendapat surat pemberitahuan tentang penyidikan atas dirinya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Idrus Marham menyatakan, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral maka dalam statusnya sebagai tersangka, dia mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Mensos.

Dia mengatakan tidak ingin penyidikan kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 menjadi beban bagi Presiden dan mengganggu konsentrasi Presiden dalam tugas sehari-hari. "Jadi kalau misal saya tersangka dan masih ini-itu kan tidak etis dan secara moral tidak bisa diterima," katanya.

Tokopedia