Pasca-Vonis Meiliana, Menteri Agama Beberkan Aturan Pengeras Suara Masjid

Meiliana (Okezone)
24 Agustus 2018 17:36 WIB Adib Muttaqin Asfar/ Okezone Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan seharusnya vonis 18 bulan penjara kepada Meiliana, warga Tanjung Balai, Medan, Sumatra Utara, karena mengeluhkan volume suara azan, tidak perlu terjadi.  Lukman pun membeberkan peraturan tentang azan dan aturan hukum soal kasus penodaan agama.

Majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Medan menilai Meliana terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156 a KUHP karena mengeluhkan volume suara azan yang sedang berkumandang.

"Hemat saya, mestinya penerapan Pasal 156 a UU 1/PNPS/1965 dalam kasus Ibu Meliana tak bisa berdiri sendiri, karena harus dikaitkan dengan konteks Pasal 1 UU tersebut," kata Lukman saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (23/8/2018).

Pasal 1 UU tentang Pencegahan Penyalahgunaan Dan/Atau Penodaan Agama tersebut berbunyi, "Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu,".

Menurut Lukman, inti dari penodaan agama berada di Pasal 1 UU itu. Karenanya, ia melihat Meiliana sama sekali tidak melanggar ketentuan pasal tersebut.

"Saya amat berharap para aparat penegak hukum mampu memahami esensi UU tersebut agar tak menjadi preseden buruk bagi kehidupan keagamaan kita di tengah kemajemukan bangsa," tutur Lukman.

Selain itu, Lukman Hakim mengunggah tuntunan tentang penggunaan pengeras suara masjid yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag. Ada tiga hal utama dalam tuntutan tersebut. Pertama, pengeras suara luar digunakan untuk azan sebagai penanda waktu salat. Kedua, pengeras suara dalam digunakan untuk doa dengans syarat tidak meninggikan suara. Ketiga, mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara.

Tokopedia