Andi Arief Mengaku Diancam Ketua DPD Partai Soal Mahar Politik Rp1 Triliun

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
24 Agustus 2018 15:59 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengklaim bahwa dirinya mendapat ancaman dari seorang Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai tertentu soal dugaan mahar politik Rp1 triliun.

“Tadi malam bahwa salah satu ketua DPD partai politik di Jakarta yang meng-order etnis tertentu untuk mengintimidasi saya,” katanya, Jumat (24/8/2018).

Andi mengaku khawatir dengan ancaman tersebut dan hal yang paling ditakutinya sejak dulu adalah menghadapi ancaman fisik. Menanggapi kabar tersebut, Andi akan datang ke partai yang betsangkutan untuk lakukan konfirmasi. “Kalau sangat diperlukan, saya akan meminta perlindungan pada kepolisian,” ungkapnya.

Sebelumnya, Andi Arief curhat melalui akun Twitter pribadinya. Dia mengaku kecewa dengan Prabowo Subianto yang menurutnya lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun. Bahkan, dia menyebut Prabowo dengan sebutan "jenderal kardus".

Andi menyebut Sandiaga Uno menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo.

Sementara itu Andi sudah tiga kali mangkir sejak Badan Pengawas Pemilu meminta kehadirannya untuk menjadi saksi. Jadwal pemanggilan ulang akan dilakukan Senin (27/8/2018) depan.