Polisi Tetapkan Pelaku Penganiayaan di Tol Jagorawi Jadi Tersangka

Misvanul Andri (Istimewa)
24 Agustus 2018 10:00 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Penyidik Polda Metro Jaya resmi menetapkan pengendara mobil Captiva hitam, Misvanul Andri sebagai tersangka atas kasus penganiayaan seorang dokter muda bernama Reza Ahmad dan adiknya Rayhan Ahmad, 14, saat melintas di Tol Jagorawi arah Jakarta.

"Sudah [tersangka]," ungkap Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/8/2018), seperti diberitakan Okezone.

Penetapan tersangka Misvanul Andri dilakukan setelah penyidik memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangannya. Polisi juga mendapat petunjuk dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti berupa CCTV milik Jasa Marga.

Kasus pemululan ini viral setelah akun Instagram @adindafionaa mengungkap kasus penganiyaan yang terjadi pada Kamis (22/8/2018). Lewat akun media sosialnya, ia mengunggah sebuah gambar yang berisi tulisan, “Temen-temen. Mau share sedikit cerita yang menyakitkan di hari raya yang menimpa sepupu gua @ap_reza @qley @edodut.”

Dalam posting-an tersebut ia menceritakan kronologi kejadian tragis yang menimpa saudaranya. Berawal dari jalan tol yang padat, mobil saudaranya melakukan rem sedikit mendadak karena mobil di depannya juga melakukan rem mendadak. Ternyata di belakang mobilnya itu terdapat mobil Captiva hitam dengan pelat nomor B 1207 TGZ yang dengan tiba-tiba mem-block mobil @ap_reza dan lainnya hingga hampir ditabrak oleh mobil di belakangnya.

“Supir Captiva berplat mabes TNI tersebut langsung turun dari mobil tersebut memblock mobil saya dan saya buka jendela. Spontan dia mencekik leher saya dan adik saya yang baru lulus dari bangku SMP turun dari pintu belakang dan saat itu juga oknum tersebut memukul adik saya tepat di muka saya.” jelas @adindafionaa dalam Instagramnya.

Adinda juga mem-posting sebuah video adik laki-laki nya berlumuran darah dibagian hidung dan mulut, hal tersebut merupakan perlakuan dari sopir Captiva. Dalam video itu, supir Captiva mengangkat jempolnya setelah memukuli bocah lulusan SMP seolah-olah bangga atas apa yang sudah dilakukan.

Kejadian viral ini banyak mengundang komentar dari warganet. “Laporkan segera ya….. Bisa dilacak lewat plat nomor kendaraan orang tsb” kata @serbapink_shop. “Lagi bangkrut kali bapaknya mangkanya depresi terus lost control, semoga cepet sembuh buat saudaranya” timpal @sausanzahras. (Billy Adytya Kurniawan/JIBI/Solopos.com)