Pagi Ini, Polresta Solo Gelar Olah TKP Kasus Pembunuhan Timur Mapolresta

Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowodan tersangka (empat dari kanan) dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Kamis (23/8 - 2018) malam. (Solopos - Nicolaus Irawan)
24 Agustus 2018 07:14 WIB Muhammad Ismail Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Pagi ini, Jumat (24/8/2018), Polresta Solo menggelarolah kejadian perkara kasus pembunuhan timur Mapolresta Solo, Jl. K.S. Tubun.  Dalam jumpa pers, Kamis (23/8/2018) malam, Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo menegaskan kasus cekcok berujung maut  di jalanan itu di back-up sepenuhnya oleh Polda Jateng.

"Besok [hari ini] akan digelar gelar perkara yang melibatkan tim Ditreskrimum Ditlantas, Ditintel Polda Jateng. Masyarakat percayakan saja kepada kami," jelasnya.

Polresta menegaskan  akan menangani kasus pembunuhan di timur Mapolresta Jl. K.S. Tubun dengan tersangka IA, 40, warga Jaten, Karanganyar secara profesional. SaatMasyarakat jangan terprovokasi dengan maraknya pihak tertentu yang menumpangi kasus ini dengan mengarahkan ke isu SARA. 

"Kami akan menjerat orang penyebar hoaks dan isu SARA kasus ini dengan UU ITE. Orang tua Eko juga menyerahkan sepenuhnyan kasus ini kepolisi dan mengajak masyarakat ikut menjaga kondusifitas wilayah Solo," ujar Ribut kepada wartawan di Mapolresta Solo, Kamis (23/8) malam. 

Ribut mengungkapkan kasus ini juga dibackup oleh Ditreskrimum Ditlantas, dan Ditintel Polda Jateng.  Polda Jateng akan melakukan olah tempat kejadian di lokasi kejadian Jumat (24/8) pagi. 

"Kami akan bekerja secara transparan dan profesional dalam menangani kasus ini. Tersangka resmi ditahan di Mapolresta Solo sejak Rabu malam," kata dia.

Polresta Solo, lanjut dia, tidak segan menindak tegas siapapun yang berusaha mengganggu keamanan Kota Bengawan dengan memainkan isu SARA dalam kasus ini. Polresta pastikan kondisi Solo aman dan tidak ada aksi demo dalam kasus ini yang menyebar ke medsos.

Orang tua Eko Prasetyo, Suharto, mengapresiasi kenerja Polresta dalam menangani kasus ini. Ia sangat menyayangkan adanya segelintir orang yang memolitisasi kasus ini. 
"Saya sudah mengiklaskan kepergian Eko. Kasus ini jangan dipolitisasi karena akan membuat arwah Eko tidak tenang. Keluarga mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini ke polisi," kata Suharto. 

Sebagaimana diberitakan sebeulumnya, Kasus cekcok pengemudi Mercedes Benz vs Honda Beat di Jl, K. S. Tubun, Manahan, Banjarsari, Solo,   Rabu (22/8/2018), yang berujung meninggalnya Eko Prasetyo, pengendara Honda Beat diselidiki polisi. Kamis (23/8/2018), polisi melakukan tes urine dan pemeriksaan 9 saksi.

Tokopedia