Prajurit TNI Gugur di Papua Dimakamkan di TMP Karanganyar

Jenazah prajurit TNI gugur di Papua, Praka Anumerta Freddy Andina, 26, saat akan dimakamkam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Karanganyar, Selasa (21/8 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
21 Agustus 2018 18:15 WIB Ponco Suseno Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR --Jenazah prajurit TNI, Praka Anumerta Freddy Andina, 26, yang gugur saat bertugas di Papua dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Karanganyar, Selasa (21/8/2018) pukul 09.30 WIB.

Praka Anumerta Freddy Andina merupakan satu dari dua prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Papua, Minggu (19/8/2018) pukul 14.00 WIT.

Berdasarkan pantauan solopos.com di TMP Karanganyar, jenazah Praka Anumerta Freddy Andina diberangkatkan dari rumah duka, Dukuh Dungsari RT 003/RW 016, Karangbangun, Matesih, menggunakan mobil ambulans.

Selain kedua orang tua Freddy Andina, Sri Wahyono dan Triyanti, pemakaman di TMP dengan upacara militer itu juga disaksikan kerabat dan tetangga. Bertindak sebagai instruktur upacara di TMP Karanganyar, yakni Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Letkol (Inf) Edwin Apria Candra.

“Adik sepupu saya ini orangnya baik. Selepas lulus dari SMA di Karangpandan, langsung masuk TNI. Sebelum meninggal dunia, Freddy ingin memasang keramik di rumahnya,” kata kakak sepupu Freddy Andina, Suryanti, saat ditemui wartawan di kompleks TMP Karanganyar, Selasa.

Hal senada dijelaskan kakak keponakan Freddy Andina, Giyatno, 43. Semasa hidup, Freddy dikenal sebagai pribadi baik dan menghormati orang tua.

Sebelum bertugas di Papua dalam empat bulan terakhir, Freddy pernah pulang kampung sebelum Lebaran 2018 untuk minta doa restu ke orang tua.

“Saat bertugas di Papua, Freddy memang sempat berkomunikasi dengan keluarga. Intinya, dia senang di tempat kerjanya. Sebelum meninggal, Freddy memang berkeinginan memasang keramik di rumahnya. Freddy belum ada rencana menikah,” katanya.

Untuk diketahui, dua prajurit TNI anggota Kopassus gugur saat bertugas di Papua yakni Freddy Andina dan Lettu Anumerta Amran Blegur. Keduanya gugur saat diadang kelompok kriminal separatis bersenjata (KSSB) di Papua.