Jokowi Sumbang Sapi Kurban 1,16 Ton di Masjid Agung Solo

Peternak sapi menunjukkan sapi-sapi bantuan dari Presiden RI dan Gubernur DIY di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (20/8 - 2018). (Harian Jogja / Desi Suryanto)
20 Agustus 2018 19:08 WIB Ratih Kartika Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Tahun ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga akan menyumbangkan 1 ekor sapi seberat 1,16 ton di Masjid Agung Solo sebagai hewan kurban. Ketua Takmir Masjid Agung, Muh. Muhtarrom, mengonfirmasi sapi berukuran besar itu disumbangkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI).

Sapi tersebut akan dikirim ke Masjid Agung pada Selasa (21/8/2018) pagi atau malam. “Baru pagi hari setelah salat id [Iduladha] ada serah terima resmi dari wali kota dan penandatanganan berita acaranya,” katanya saat di hubungi Solopos.com melalui aplikasi pesan instan Whatsapp, Senin (20/8/2018).

Selain itu, Kepala Tata Usaha (TU) Masjid Agung, M. Alif, menyatakan Masjid Agung Solo siap menerima pemberian hewan korban yang berasal dari jamaah masjid. Hingga Senin (20/8/2018) siang, terdapat 6 ekor sapi dan 7 ekor kambing yang telah diterima Masjid Agung. Pada tahun sebelumnya, terdapat 9 ekor sapi dan 33 ekor kambing yang disumbangkan ke Masjid Agung Solo hingga salat Iduladha selesai dilaksanakan.

“Dari urunan [iuran] jemaah masjid kita [Masjid Agung Solo] 3 ekor, Pak Presiden 1 ekor, pedagang Pasar Klewer 1 ekor, pemilik Optik Kinanti 1 ekor, 7 ekor kambing dari jemaah masjid dan warga sekitar,” paparnya.

Alif juga menjelaskan bahwa hewan korban yang telah disumbangkan akan difokuskan untuk diberikan kepada warga RW 1 Kelurahan Kauman, Polsek Pasar Kliwon, Koramil, dan jemaah Masjid Agung. “Kalau udah selesai [baru selanjutnya] kelurahan, linmas, dan lainnya,” jelasnya.

Bangsal Sekaten sebelah utara akan menjadi tempat penyembelihan yang akan dilakukan setelah salat Iduladha pada Rabu (22/8/2018) mendatang. Sebanyak 3-4 orang jagal akan bergantian untuk menyembelih hewan kurban. Sedangkan Rumah Pemotongan Hewan (RTH) Boyolali akan menyelesaikan tugas akhir pengulitan.

“Saya berharap supaya pembagian bisa merata, tidak ada orang yang tidak bisa makan daging,” tutupnya.