Membanggakan, Siswa Indonesia Borong 3 Emas di Kompetisi Internasional Thailand

Para siswa dari Indonesia berhasil meraih 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu di kompetisi internasional Thailand, 8/17 Agustus 2018. (Kemendikbud)
20 Agustus 2018 15:37 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Sejumlah siswa SMA berhasil membanggakan Indonesia setelah meraih tiga medali emas dalam kompetisi internasional yakni 12nd International Earth Science Olympiad (IESO) di Mahidol Kanchanaburi, Thailand, 8–17 Agustus 2018.

Tak hanya emas, mereka juga menyumbangkan dua perak dan tiga perunggu. “Indonesia masuk peringkat ketiga dunia dalam ajang olimpiade internasional yang diikuti 39 negara. Luar biasa hadiah yang diberikan para siswa kita di Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan. Mereka mengharumkan nama Indonesia di forum internasional. Kami bangga anak-anak pulang mendapatkan medali dan mayoritas emas,” kata Kepala Sub Direktorat Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Suharlan, saat menyambut kepulangan para siswa peraih medali tersebut di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (18/8/2018) seperti dirilis laman Kemendikbud, Minggu (19/8/2018).

Dua siswa peraih medali emas pada kategori individu adalah Naufal Dean Anugrah (SMAN 1 Yogyakarta) dan Geoffrey Tyndall (SMAN 2 Jakarta). Sedangkan satu medali perak diraih oleh Abraham Karel (SMAN 8 Jakarta) dan satu medali perunggu diraih oleh satu-satunya olimpiad putri, Lintang Ambar Pramesti (SMA Kesatuan Bangsa Yogyayakarta).

Indonesia juga dibuat bangga dengan raihan penghargaan kategori lomba berkelompok ESP dan ITFI. Dari kompetisi ESP, siswa Indonesia meraih medali emas atas nama Abraham dan medali perunggu atas nama Lintang. Sedangkan dari kategori ITFI, siswa Indonesia raih medali perak atas nama Naufal dan perunggu atas nama Geoffrey.

Para siswa yang sebelumnya menjuarai OSN tersebut, kata Suharlan, terpilih melalui jalan yang tidak mudah karena harus melewati empat tahapan pembinaan yang dilaksanakan di Yogyakarta dan Bandung selama tiga bulan pada akhir tahun 2017 hingga sebelum berangkat pada 2018. “Dari beberapa siswa yang mengikuti pembekalan Direktorat PSMA, terpilih lima yang berangkat mewakili Indonesia untuk mengikut olimpiade Internasional,” jelas Suharlan.

Naufal mengaku bahagia saat berkumpul dengan para siswa dari 39 negara. “Sampai di sana seru banget, saya bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara. Saat pembukaan acara pun kami disambut salah satu putri dari Kerajaan Thailand,” ujarnya.

Persiapan dari Kemendikbud sebelum berangkat ke Thailand sangat bagus sehingga Naufal percaya diri. “Persiapan dari Indonesia melalui pembinaan dari Direktorat PSMA sangat bagus. Kita mulai dari kabupaten kemudian seleksi tingkat provinsi terus ikut OSN tingkat nasional di Riau. Kemudian ikut pelatihan nasional sebanyak empat kali,” jelas Naufal yang gemar bermain video game dan membaca buku.

Sementara itu, Geoffrey Tyndall pun mengungkapkan rasa senangnya bisa bertemu dengan para siswa dari 39 negara peserta IESO. “Saya senang memiliki teman-teman baru dari 39 negara. Saya bisa merasakan atmosfer kompetisi dengan negara-negara yang memiliki keunggulan serupa dengan Indonesia di bidang kebumian,” ujarnya.

Ia berharap para siswa lain bisa mengikuti jejaknya dalam meraih prestasi sesuai bakat dan minat masing-masing. “Dengan kita tetap tenang dan fokus, akhirnya berhasil ikut pada ajang internasional dan mendapatkan juara,” kata Geoffrey yang gemar membaca dan berenang ini.

IESO adalah ajang kompetisi siswa praperguruan tinggi (sekolah menengah) bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi), dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi International Geoscience Education Organization (IGEO), suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia untuk praperguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

Sedangkan pada kompetisi ESP, setiap kelompok membuat riset mengenai satu masalah dan mengajukan solusi yang berkesinambungan dalam bentuk presentasi poster yang kemudian dipamerkan dan dinilai oleh para juri. Tim USA menjadi juara umum IESO 2018 dengan perolehan empat medali emas.

"Inilah yang kita namakan forum diplomasi kebudayaan, mengharumkan dan mengangkat derajat bangsa Indonesia," kata Suharlan.

Tokopedia