Badai Pasir dan Hujan Landa Arafah

Jemaah Rombongan I-IV Kloter 41 Karanganyar-Wonogiri makan siang di tenda Maktab 11 Arafah, Minggu (19/8 - 2018). (Antara/Syifaul Arifin)
20 Agustus 2018 10:30 WIB Syifaul Arifin Nasional Share :

Solopos.com MEKAH – Badai pasir (ghubar) datang bersamaan dengan hujan di kawasan Arafah, Arab Saudi, Minggu (19/8/2019) pukul 19.00 waktu Arab Saudi.

Saat jemaah calon haji (calhaj) menjalankan Salat Magrib, angin bertiup kencang disertai hujan. Tak berapa lama, listrik padam. Semua calhaj berada di dalam tenda. Tenda dari terpal plastik yang ditopang rangka baja itu cukup melindungi jemaah dari terjangan ghubar. Namun, di tenda lain, terpal sempat berkibar karena pengait yang lepas.

Penghuni tenda berteriak dan beristigfar menyaksikan fenomena alam itu. Pintu tenda kebanyakan ditutup walau tidak sempurna. Angin yang bertiup membawa debu pasir. Salah satu calhaj sempat mengalami masalah pernapasan.

Di tenda Kloter 41 SOC yang dihuni jemaah Karanganyar dan Wonogiri, Ketua Kloter Sriyatno memastikan semua anggotanya sudah berada di tenda. Setengah jam kemudian, angin dan hujan mereda, menyisakan gerimis.

Jemaah hanya berdiam diri sembari berdoa. Pada siang hari sebelumnya, tak ada tanda-tanda mendung. Bahkan jemaah tiba di Arafah saat panas terik. Suhu pada siang hari mencapai 41 derajat Celsius. Warga Indonesia yang bermukim di Mekah, Syaeful, menyebut badai seperti itu biasa terjadi di daerah Arab.