Begini PT Sritex Memaknai Usia 52 Tahun

Istri pendiri Sritex, Susyana Lukminto, memotong tumpeng peringatan HUT ke-52 Sritex di Diamond Solo Convention Center, Kamis (16/8 - 2018) malam. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
19 Agustus 2018 16:40 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Diamond Solo Convention Center, Laweyan, Solo, Kamis (16/8/2018) malam, berlangsung semarak.

Acara syukuran diawali prosesi potong tumpeng oleh istri Pendiri Sritex H.M. Lukminto, Susyana Lukminto. Susyana kemudian memberikan potongan tumpeng tersebut secara bergiliran kepada kedua anaknya yaitu Iwan Setiawan Lukminto yang kini menjabat Presiden Sritex Group dan Iwan Kurniawan Lukminto, Wakil Presiden Sritex Group.

Acara dilanjutkan foto bersama keluarga besar Lukminto di panggung kehormatan. “Sebenarnya saya tidak terasa Sritex sekarang sudah sebesar ini. Memang saya cuma menjalankan prinsip dari orang tua saya, terutama ayah saya, kerja baik saja, enggak usah lihat hasil, kerja baik saja,” kata Iwan mengenang perkataan sang ayah.

Dua master of ceremony (MC) kondang Indra Herlambang dan Joy Citra Dewi kemudian meminta Iwan memberi sambutan kepada 2.000-an tamu. Iwan menegaskan tekad PT Sritex hanya satu yakni fokus membangun industri tekstil dan produk tekstil.

PT Sritex mempunyai semangat berjuang tanpa menyerah untuk terus bisa mengibarkan bendera Merah Putih di seluruh penjuru dunia. Dia menuturkan keberhasilan PT Sritex selama 52 tahun ke belakangan tidak akan membuat manajemen lengah, terlena, dan berpuas diri.

PT Sritex berkomitmen terus belajar dan memperbaiki diri. “Usia 52 tahun adalah proses perjalanan panjang yang telah kami lalui dengan segala tantangan dan kesulitannya. Perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang dan semakin tajamnya persaingan industri tekstil dan produk tekstil yang terjadi di pasar global tidak akan menurunkan konsistensi kami untuk terus membangun dan mengembangkan industri,” jelas Iwan.

Iwan membeberkan selain bahan-bahan seragam militer, Sritex sekarang juga menggarap produk fashion. Sebanyak 25 brand internasional bahkan kini tercatat telah mempercayai Sritex untuk menyediakan berbagai bahan kebutuhan tekstil mulai dari kapas, pemintalan benang, hingga pakaian jadi atau siap pakai.

Dia menyampaikan tahun ini Sritex mengakuisisi dua perusahaan tekstil besar untuk meningkatkan produksi. Dua pabrik yang diakusisisi Sritex itu, yaitu PT Primayuda Mandirijaya di Kabupaten Boyolali dan PT Bitratex Industries di Semarang.

Iwan menyampaikan pencapaian Sritex Group sebagai market leader di Asia Tenggara saat ini jelas tidak terlepas dari perjuangan H.M. Lukminto.

“Pak Luk bukan hanya menjadi figur pemimpin, namun telah menjadi figur yang sangat kuat sebagai bapak yang menjadi teladan dan panutan yang telah membawa nilai luhur dalam trilogi dan tridarma Sritex Group yang mengakar kuat sebagai budaya perusahana kami,” jelas Iwan.

Iwan mengatakan tahun ini Sritex membukukan aset perusahaan $2,2 miliar atau Rp33 triliun. Sementara nilai penjualan yang diperoleh Sritex di Sukoharjo tersebut mencapai $2 miliar atau Rp29 triliun.

Dia menjelaskan Sritex Group total kini telah memiliki 28 pabrik spinning, 7 pabrik weaving, 4 pabrik dying dan printing dengan jumlah karyawan sudah mencapai 50.000 lebih orang. Iwan mengungkapan Sritex sekarang sudah mampu mengirim produk tekstil ke lebih dari 100 negara di dunia.

Dia yakin industri tekstil dan produk tekstil akan terus tumbuh baik untuk pasa domestik maupun ekspor.


Tokopedia