Berkerudung, Gigi Hadid Hibur Pengungsi Rohingya

Gigi Hadid bersama anak/anak pengungsi Rohingya (Instagram/gigihadid)
18 Agustus 2018 18:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Ratusan ribu warga Rohingya sampai saat ini masih menetap di sejumlah pengungsian yang berada di Bangladesh. Mereka terusir dari kampung halaman di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, sejak Agustus 2017 lalu. Kehidupan serba sulit yang dijalani di pengungsian menuai simpati banyak pihak, termasuk super model Amerika Serikat, Gigi Hadid.

Model berusia 23 tahun itu sangat prihatin melihat kehidupan warga Rohingya di tenda pengungsian Jamtoli, Cox's Bazar, Bangladesh. Gigi Hadid yang merupakan salah satu duta organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memberikan bantuan kemanusiaan terhadap anak-anak dan wanita (UNICEF), mendapat kesempatan berkunjung dan berinteraksi langsung dengan pengungsi Rohingya.

Melalui laman Instagram pribadinya, @gigihadid, Gigi Hadid mengunggah fotonya saat bertemu dengan pengungsi Rohingya. Foto yang diunggah, Jumat (17/8/2018), menunjukkan keseruannya berinteraksi dengan para wanita dan anak-anak yang tinggal di Jamtoli, Cox's Bazar, Bangladesh. Kehadiran Gigi Hadid dan anggota UNICEF ke Jamtoli, Cox's Bazar, Bangladesh, disambut hangat oleh pengungsi Rohingya.

Gigi Hadid mengatakan, Jamtoli merupakan pengungsian yang paling aman bagi kaum wanita dan anak-anak Rohingya. Meski demikian, kehidupan di tempat tersebut sangat memprihatinkan. Para pengungsi membutuhkan bantuan kesehatan. Mereka butuh tempat tinggal yang layak.

"Ada sekitar 1,3 juta orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Lebih dari separuh jumlah tersebut adalah anak-anak. UNICEF mendata ada sekitar 91.929 anak yang butuh bantuan pendidikan. Kami telah mengirim sekitar 2.762 guru untuk mendidik mereka. Kami juga bekerja sama untuk menjalankan kegiatan pembelajaran rutin untuk anak-anak dan para wanita. Kehidupan mereka di sana sangat memprihatinkan," terang Gigi Hadid.

Dalam kunjungan itu, Gigi Hadid bersama anggota UNICEF ikut ambil bagian dalam program pembelajaran yang digelar khusus untuk para wanita. Di sana, para wanita pengungsi Rohingya dilatih untuk menjahit agar memiliki ketrampilan sebagai bekal menyambung kehidupan. Pihak UNICEF juga membuka layanan konsultasi psikologis untuk memberikan motivasi dan menyembuhkan trauma para pengungsi.

"Kami terus mendorong mereka untuk berani dan terus belajar demi menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka yang mengalami trauma harus disembuhkan agar memiliki masa depan cerah," tutup Gigi Hadid.

Sejauh ini, pemerintah Myanmar dan Bangladesh memang telah menyepakati proses pemulangan (repatriasi) pengungsi Rohingya. Namun, kendala terbesar dari repatriasi itu berada pada sikap warga Rohingya yang menolak dipulangkan. Bukan tanpa alasan, mereka khawatir bakal diperlakukan semena-mena oleh militer Myanmar. Oleh sebab itu, mereka meminta jaminan keamanan dan status sebagai warga negara Myanmar dari pemerintah sebelum dipulangkan ke Rakhine.

Tokopedia