Kontroversial! Video Karnaval TK Bercadar Hitam & "Bersenjata" di Probolinggo

Foto karnaval anak TK mengenakan pakaian serba hitam dan cadar serta menenteng replika senjata di Probolinggo. (Facebook - Nanisha Effendy)
18 Agustus 2018 19:28 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video karnaval yang diikuti siswa-siswi TK atau PAUD di Probolinggo, Jawa Timur, memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, menjadi viral. Video itu menunjukkan para siswi TK berbaris di jalan mengenakan baju serba hitam, burqa, dan menenteng miniatur senjata.

Sontak, video yang beredar di Facebook ini Sabtu (18/8/2018), langsung dibanjiri komentar. Salah satunya, video ini diunggah akun Nanisha Effendy. Hingga pukul 18.50 WIB, video di akun ini sudah dibagikan hingga 720 kali, 41.000 kali dilihat, dan mendapatkan 1.145 komentar.

"Tolong dibubarkan barisan anak2 kecil ini dan panggil gurunya. Sejak kecil kok dipaparkan ttg kekerasan (liat mrk disuruh memegang senjata) dan berpakaian ala pejuang arab? Ini Indonesia...jgn doktrin anak2 ini dgn referensi yg sempit...," tulis pengguna akun Nanisha itu menyertai video.

"Indonesia tdk sedang di masa perang, jgn kembali ke masa jahiliyah dgn menunjukkan budaya arab scr berlebihan apalagi mengadu domba sesama muslim!" lanjutnya.

Sebelumnya, video ini sudah diunggah di akun Facebook Ahmad Zainullah. Unggahan ini sudah dibagikan hingga 449 kali. "Karnaval TK d Kota Probolinggo, tapi pakaiannya kok seperti ini, membawa senjata lagi, Bukankah ini seperti menanamkan jiwa kekerasan? Mereka masih anak2 loh? Ada yg tau ini dari TK mana? Klarifikasi dong?" tulis akun itu.

Banyak komentar yang menyayangkan peristiwa itu. Sebagian komentar mengkritik penampilan anak-anak tersebut karena dinilai identik dengan kelompok militan. Namun, sebagian lainnya menyoroti replika senjata yang dinilai tak pantas diterapkan pada anak-anak.

Informasi yang beredar, anak-anak yang mengenakan pakaian dan cadar serba hitam dengan menenteng replika senjata ini adalah murid TK Kartika Kodim 0820. Laman Jatimnow.com menuliskan Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal mengonfirmasi hal itu.

"Iya betul," kata dia yang dilansir situs tersebut, Sabtu (18/8/2018). Polisi masih mengklarifikasi kejadian tersebut dengan pihak pengelola sekolah.