Jemaah Calhaj Indonesia Tak Bisa ke Masjidil Haram

Jemaah calon haji melakukan towaf atau mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Mekkah, Selasa (14/8 - 2018). (Solopos/Syifaul Arifin)
18 Agustus 2018 06:00 WIB Syifaul Arifin Nasional Share :

Solopos.com, MEKKAH -- Jemaah calon haji (calhaj) Indonesia yang tinggal jauh dari Masjidil Haram memilih salat fardu di musala maupun masjid dekat hotel. Bus gratis untuk jemaah Indonesia menuju Masjidil Haram tidak beroperasi mulai Kamis (16/8/2018) siang.

Pada Kamis pagi, bus masih melayani jemaah dari hotel-hotel di sekitar Mekkah ke Masjidil Haram. Jemaah pergi Salat Tahajud, Subuh, hingga Duha lalu pulang menggunakan kendaraan yang sering disebut Bus Salawat itu.

Mulai pukul 12.00 waktu Saudi, bus tak beroperasi. Bus disiapkan untuk mengangkut jemaah dari Mekkah ke Arafah mulai Minggu (19/8/2018). Setelah prosesi di Armina (Arafah, Musdalifah, Mina) selesai, bus akan kembali melayani jemaah ke Masjidil Haram pada Sabtu (25/8/2018).

Pantauan Solopos.com, jemaah memilih salat fardu di musala hotel. Demikian juga jemaah Soloraya yang tinggal di hotel-hotel daerah Syisyah, rata-rata tidak ke Masjidil Haram.

Jika akan ke Masjidil Haram jemaah harus merogoh kocek antara 15-20 riyal sekali jalan. Namun, tarif taksi di Mekkah tak menggunakan argo, jadi harus tawar-menawar.

Pada saat puncak haji, tarif bisa melonjak berlipat-lipat. Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyiapkan pelaksanaan wukuf di Arafah hingga melempar jumrah. Amirul Hajj Lukman Hakim Syaifuddin bertemu dengan para ketua kloter, Kamis.

Ketua Kloter 41 Karanganyar, Sriyatno, beberapa kali mengadakan pertemuan dengan anggota kloter mempersiapkan Armina. Dia juga menyampaikan hasil pertemuan Menag Lukman Hakim Syaifuddin dengan petugas kloter.

Rencananya, pada Minggu (19/8/2018), jemaah mulai diangkut ke Arafah. Pemberangkatan dilakukan dengan cara antre mengingat jumlah calhaj Indonesia mencapai 221.000 orang, terbanyak dibandingkan jemaah dari negara lain.

"Karena antre, kita berangkat Minggu. Kloter 41 masuk maktab 11. Ada 7 kloter di maktab 11," kata Sriyatno dalam rapat koordinasi dengan jemaah.

Pada Senin (20/8/2018), jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah, lalu ke Musdalifah, dilanjutkan melempar jumrah. Di Armina, jemaah akan tinggal di tenda-tenda yang disediakan maktab.



Tokopedia