Serang Jokowi Tapi Minta Masukan JK, Prabowo Dinilai "Pagi-Sore"

Bakal calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
17 Agustus 2018 21:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)  mengkritik langkah Prabowo Subianto menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pasalnya, capres yang diusung Partai Gerindra itu kerap mengkritik pemerintahan Jokowi-JK.

Sekretaris Jenderal KAHMI Asrul Kidam menyatakan Prabowo Subianto lebih baik mengumpulkan pakar dari seluruh sektor guna membicarakan dan mencari solusi persoalan rakyat. Pernyataan Asrun itu menanggapi Prabowo yang menemui tokoh nasional, termasuk JK di rumah dinas Wapres, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Harusnya Prabowo-Sandiaga [Uno] mengundang pakar dan bertemu kelompok masyarakat agar menerima masukan dan solusi mengatasi persoalan rakyat," kata Asrun di Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Asrun menilai pertemuan Prabowo-Sandiaga dengan JK merupakan salah satu upaya Prabowo untuk mendapatkan masukan tentang berbagai hal dalam menghadapi kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Asrun mempertanyakan pertemuan itu lantaran Prabowo yang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Namun dia justru meminta masukan kepada JK yang merupakan Wakil Presiden-nya Jokowi.

Padahal menurut Asrul, Prabowo sering kali menyampaikan masalah kemiskinan meningkat, sulit lapangan kerja, utang menumpuk, hingga kebangkrutan BUMN di depan mata pada era Jokowi-JK. "Ini contoh pemimpin yang pagi sore," ucap fungsional KAHMI asal Medan tersebut.

Sebelumnya, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno bersama para tokoh partai pendukung menemui JK di kediamannya kawasan Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018) lalu. Meski pernah menjadi pesaing dalam Pilpres 2014, Prabowo beralasan JK merupakan sahabat lama yang telah berlangsung puluhan tahun sehingga tak menghalangi untuk tetap menjaga tali silaturahmi.

Hal senada diungkapkan JK, persahabatan puluhan tahun tidak boleh putus karena faktor persaingan politik dalam pilpres yang berlangsung hanya lima tahunan.

Tokopedia

Sumber : Antara