Nyasar Saat Jumatan, Sandiaga Uno Ngaku Gagal Pencitraan

Bakal calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
17 Agustus 2018 20:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, mengikuti salat jumat di Masjid Jami Al Makmur, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018). Namun, rupanya Sandi hendak melakukan salat jumat di masjid lain seusai upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Universitas Bung Karno.

Sandiaga Uno menuturkan dirinya sebenarnya ingin salat jumat di Masjid Jami Matraman, Jl Peganggsaan Timur, Jakarta Pusat. Tapi, karena salah informasi, akhirnya dia ikut salat jumat di Masjid Jami Al Makmur Cikini. Karena itu pula ia mengakui gagal melakukan pencitraan.

"Tadinya mau pencitraan, seusai upacara HUT Kemerdekaan RI, mau salat Jumat di Masjid Jami Matraman. Masjid itu tempat Bung Karno salat Jumat seusai memproklamasikan kemerdekaan. Ternyata salah informasi, akhirnya ke sini deh,” tutur Sandiaga Uno di kawasan Cikini, Jumat siang, dilansir Suara.com.

Dia lantas menceritakan bahwa Masjid Jami Matraman adalah masjid tempat salat jumat pertama dilaksanakan saat Indonesia sudah memasuki masa kemerdekaan. Bung Karno dan sejumlah tokoh bangsa, kata dia, salat jumat di masjid tersebut seusai proklamasi beberapa jam sebelumnya.

"Pada masjid itu, proklamator bersujud sehabis salat Jumat, memohon ridha atas kemerdekaan kepada Allah SWT. Dalam doa mereka, mungkin memohon kekuatan agar menunaikan akad janji kemerdekaan," ucap Sandiaga.

Namun, Sandiaga Uno tak terlampau kecewa karena salah masjid. Menurutnya, Masjid Jami Al Makmur Cikini juga bersejarah, yakni peninggalan pelukis legendaris Raden Saleh Sjarif Boestaman.

”Ya saya memang gagal pencitraan karena kendala teknis. Tapi Masjid Jami Al makmur ini amat bersejarah juga, sudah ada sejak 1860, didirikan Raden saleh bersama ulama dan warga 150 tahun yang lalu. Rakyat urunan beras, urunan tenaga, bekerja keras membangun lalu membongkar Masjid Al makmur yang kini menjadi cagar budaya,” tandasnya.

Sumber : Suara.com

Kolom 1 hour ago

Jelalatan