Ahok Gabung Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin? Ini Klarifikasi Djarot

Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). - Instagram @basukibtp
17 Agustus 2018 16:43 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut-sebut bakal masuk sebagai salah satu anggota tim pemenangan pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019. Bagaimana yang sebenarnya?

Hal itu diprediksi terjadi setelah Ahok keluar dari tahanan Mako Brimob Depok pada awal 2019. Namun, hal tersebut dibantah oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

"Kalau itu kita enggak, artinya Pak Ahok tetap kasih support. Meskipun tidak masuk sebagai tim kampanye, tidak harus di panggung, begitu ya," katanya seusai acara peluncuran buku "Kebijakan Ahok" di Gedung Filateli, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Menurut Djarot, Ahok sudah menetapkan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 walaupun Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres).

MUI yang diketuai Ma'ruf menetapkan fatwa penodaan agama atas Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 pada 2017. Gara-gara fatwa tersebut, Ahok didemo oleh jutaan orang yang mendesak agar dirinya dipenjara.

Djarot tak menampik kejadian yang menghubungkan antara keputusan Ma'ruf Amin dengan kondisi tragis Ahok saat ini. Namun, Ahok justru terlihat tak lagi mempermasalahkan hal itu.

"Enggak ada masalah. Malah Pak Ahok mau ketemu Pak Ma'ruf Amin setelah keluar penjara," ungkapnya.

Bukan itu saja, mantan calon gubernur (cagub) Sumatra Utara tersebut menegaskan tak akan masuk sebagai tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf seperti Ahok.

Pasalnya, Djarot saat ini sedang fokus mempersiapkan diri untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun depan. Semua kegiatan kampanye Jokowi-Ma'ruf bakal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

"Karena kami fokus untuk Pileg, karena Pilpres dan Pileg bersamaan. Maka dari itu, Pak Hasto yang nanti ditugaskan untuk Pilpres karena Pak Hasto kan tidak nyaleg," ucap politikus PDIP tersebut.

Tokopedia