Mendikbud Kritik Minimnya Keteladanan Guru Saat Ini

Mendikbud Muhadjir Effendy (Dokumen - Antara)
17 Agustus 2018 14:59 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengkritik minimnya keteladanan dari para guru saat ini untuk siswa mereka.

Hal itu disampaikan Mendikbud pada malam Apresiasi Pemilihan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (15/8/2018), seperti dilansir laman Kemendikbud, Kamis (16/8/2018).

Menurut Mendikbud, seluruh peserta Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi harus siap menjadi teladan, baik bagi rekan sesama profesi maupun bagi peserta didik. "Mudah-mudahan keberadaan saudara-saudara sekalian di suatu ekosistem pendidikan bisa menjadi contoh, menjadi teladan. Jadi bisa menjadi tempat bercermin kalau orang ingin mematut diri sebagai guru yang baik, guru yang hebat, bisa dijadikan contoh," kata Mendikbud.

Problem pendidikan saat ini, menurut Mendikbud, selain terkait materi ataupun metodologi pembelajaran, adalah kurangnya keteladanan. Ia berharap para peserta Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi, baik yang menjadi juara maupun tidak, harus siap menjadi teladan di daerah mereka masing-masing.

Mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang ini mengimbau para guru bersungguh-sungguh menjadi pendidik yang mampu memberikan keteladanan, bukan sekadar menjadi pengajar. Ruh pendidikan adalah tentang keteladanan.

"Jika guru tidak bisa menjadi teladan maka hilanglah jati diri keguruannya. Karena itu keteladanan inilah yang kita dorong. Bagaimana guru tampil sebagai teladan atau the significant other," tutur Muhadjir.

Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 diikuti 908 orang GTK dari 34 provinsi dan sekolah Indonesia di luar negeri. Peserta terdiri atas unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan yang merupakan hasil seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, kemudian nasional. Pada tahun ini kategori lomba dibagi menjadi 39 dan ditentukan Juara I, II, dan III untuk semua kategori lomba.