Warisan & Kebijakan Ahok Terbengkalai di Era Anies

Ketua DPRD DKI dan Ketua Fraksi Nasdem DKI Bestari Barus menjadi pembicara saat peluncuran buku berjudul "Kebijakan Ahok" karya mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Gedung Filateli, Jakarta Pusat. - JIBI/Feni Freycinetia
17 Agustus 2018 04:30 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merilis buku berjudul Kebijakan Ahok. Buku tersebut ditulis selama dia mendekam di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, sejak Mei 2017. 

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menceritakan pengalamannya bekerja dengan beberapa Gubernur DKI sebelumnya, yaitu Ahok, Joko Widodo, dan Djarot Saiful Hidayat.

Menurutnya, terobosan yang dilakukan ketiga orang itu terhadap perkembangan DKI Jakarta kini tidak berjalan.  Dia menilai kerja keras mantan Gubernur justru tidak dilakukan oleh Gubernur DKI saat ini Anies Baswedan

"Warisan itu masih ada, tetapi tidak jalan. Kebijakan luar biasa yang dilakukan Jokowi, Ahok, dan Djarot sekarang terbengkalai dan enggak dipakai lagi, yang penting asal beda," katanya di Gedung Filateli, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2018). 

Pras mencontohkan salah satu kebijakan yang terbengkalai adalah perawatan RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta Utara. Kalijodo semula merupakan pusat prostitusi terbesar di Ibu Kota yang disulap menjadi ruang terbuka hijau di era Ahok.  Taman yang dibangun di era Ahok menggunakan dana CSR (corporate social responsibility) itu sekarang justru dimasuki lagi oleh preman-preman. 

Bukan itu saja, dia juga mengkritik cara Anies dan mantan Gubernur DKI Sandiaga Uno yang membuka Tanah Abang untuk pedagang kaki lima secara bebas. Padahal, dia mengatakan dulu dirinya Jokowi, Ahok, Pangdam Jaya, Kapolda, dan Wali Kota Jakarta Pusat mendorong mereka masuk ke dalam gedung Blok G.

"Sekarang terbuka lagi. Akhirnya yang terjadi Tanah Abang carut-marut," imbuhnya.