Presiden Palestina Menentang UU Negara Yahudi

Mahmoud Abbas, Presiden Palestina (Reuters)
16 Agustus 2018 17:40 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, RAMALLAH – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menolak rencana politik Amerika Serikat mendamaikan negaranya dengan Israel yang disebut sebagai deal of the century. Kesepakatan itu memaksa Palestina menyepakati berbagai hal, termasuk status Kota Yerusalem Timur. Dia juga meminta pemimpin negara Arab menentang undang-undang Negara Yahudi yang belum lama disahkan parlemen Israel.

"Kami adalah pihak pertama yang menentang kesepakatan dengan Amerika Serikat. Kami akan terus menentang sampai Amerika Serikat berhenti memberikan penawaran tersebut," kata Mahmoud Abbas dalam pertemuan dengan Dewan Pusat Pembebasan Palestina (PLO), di Ramallah, Palestina, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (16/8/2018).

Mahmoud Abbas juga menyerukan kepada pemimpin negara Arab di Israel untuk tidak megikuti keinginan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendirikan Negara Yahudi. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu parlemen Israel mengsahkan undang-undang Negara Yahudi yang memicu kontroversi.

Pengesahan undang-undang tersebut mendapat reaksi negatif dari sejumlah pemimpin negara Arab, termasuk Palestina. Menurut mereka, Yahudi semestinya tidak dijadikan sebuah negara. Sebab, bagi bangsa Palestina, Yahudi adalah sebuah kepercayaan yang tidak bisa dijadikan dasar membangun negara.

Selama ini, kehidupan muslim Palestina dengan Yahudi Israel berjalan lancar. Kedua penganut kepercayaan berbeda itu sebenarnya hidup dengan rukum. Namun, permasalahan muncul ketika sejumlah oknum pejabat mencoba menghancurkan Palestina dengan berbagai cara, termasuk menyerang muslim.

Kolom 46 minutes ago

Jelalatan