Tetap Dukung Jokowi, Ahok Ingin Bertemu Ma'ruf Amin Setelah Bebas

Pasangan bakal calon presiden Joko Widodo (kedua kiri), dan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin (ketiga kiri), didampingi pimpinan partai pendukung menyerahkan berkas syarat pencalonan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kedua kanan), di kantor KPU Jakarta, Jumat (10/8/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
16 Agustus 2018 22:00 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikabarkan akan menemui bakal calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin setelah keluar dari tahanan Mako Brimob, Depok. Ma'ruf pernah menandatangani sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal pidato Ahok yang menyebut Surat Al Maidah 51.

Hal itu disampaikan mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat seusai peluncuran buku Kebijakan Ahok di Gedung Filateli, Jakarta Pusat. Djarot mengaku baru menjenguk Ahok di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (10/8/2018) pekan lalu. Pertemuan itu bertepatan saat pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden 2019.

"Pas ketemu, kami ngobrol masalah capres cawapres. Pasangannya kan Pak Joko Widodo dan Kyai Ma'ruf Amin. Pak Ahok bilang nanti kalau keluar [penjara] dia mau ketemu Ma'ruf Amin," kata Djarot, Jumat (16/8/2018).

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diketuai Ma'ruf menetapkan fatwa penodaan agama atas Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 pada 2017 lalu. Setelah keluarnya fatwa tersebut, Ahok didemo oleh berbagai kelompok yang mendesak agar dirinya dipenjara.

Djarot tak menampik kejadian yang menghubungkan antara keputusan Ma'ruf Amin dengan kondisi tragis Ahok saat ini. Namun, Ahok justru terlihat tak lagi mempermasalahkan hal itu.

"Ya kita tahu seperti apa dulu, tetapi apa dia [Ahok] bilang? 'Nggak apa-apa, Mas. Malah bagus. Kita akan bantu [beri dukungan saat Pilpres]," kata Djarot seraya menirukan ucapan Ahok.

Mantan Bupati Blitar itu mengklaim sesungguhnya sudah tidak ada masalah apapun antara Ahok dan Ma'ruf Amin pasca vonispenistaan agama. Justru Ahok menegaskan akan tetap mendukung Jokowi apapun pilihan politiknya, termasuk soal cawapres.

Meski begitu, Djarot mengatakan Ahok kaget atas keputusan Jokowi menggaet Ma'ruf Amin untuk melawan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. "Iyalah dia kaget, tapi enggak apa-apa. Tetap dukung Pak Jokowi," katanya.