Antara Prabowo, PBNU, dan Mahfud MD

Calon wakil presiden Sandiaga Uno berkunjung ke PBNU, Kamis (16/8 - 2018). (Bisnis / Muhammad Ridwan)
16 Agustus 2018 18:36 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pasangan datang secara terpisah, Sandiaga Uno yang mengenakan kemeja biru datang terlebih dahulu pada pukul 15.40 WIB.

Sementara itu, Prabowo Subianto baru datang 15 menit setelah kedatangan Sandiaga Uno. Saat ditanya oleh awak media maksud kedatangannya, Prabowo hanya menjelaskan bahwa kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi.

“Datang ke sini sowan. Ya, biasa sowan, kelililng ke tokoh-tokoh minta doa restu,” ujar Prabowo Subianto sambil melangkah masuk kedalam kantor PBNU, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Sebelumnya, Rabu (15/8/2018) malam, Prabowo-Sandi menyambangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Prabowo menyebut kedatangannya ke kediaman orang nomor dua di Indonesia tersebut untuk memohon doa restu untuk maju sebagai calon presiden.

Meski PBNU kini kerap dikaitkan dengan kubu Jokowi, khususnya dengan isu ancaman terhadap Jokowi jika tidak menggandeng kader NU sebagai cawapres, ormas Islam terbesar itu rupanya juga punya keterkaitan dengan Prabowo. Hal itu sempat disinggung oleh Mahfud MD dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (14/8/2018) malam lalu.

Pada Pemilu 2014 lalu, Mahfud menjadi Ketua Tim Nasional Pemenangan Prabowo-Hatta. Dalam ILC, Mahfud pun bercerita tentang latar belakang di balik masuknya dirinya di kubu Prabowo-Hatta kala itu. Menurutnya, hal itu merupakan permintaan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj.

"Aqil siroj juga dulu menelepon saya, pada 2014. Di situ dia ditemui Prabowo. Di depan Prabowo, dia nelpon saya. 'Pak Mahfud tolong bantu ini Pak Prabowo menjadi tim kampanye. Biar di sana ada kader NU.' Berarti saya disebut kader NU pada 2014. Kok sekarang disebut tidak kader gitu," kata Mahfud.

Fakta ini tak banyak terungkap oleh media mengingat banyak kader NU yang juga berada di kubu Jokowi pada Pilpres 2014. Setidaknya, Jokowi saat itu diusung oleh di antaranya oleh Partai Kebangkitan Bangsa, salah satu partai yang dianggap merepresentasikan massa NU.