Mahfud MD Cerita PBNU Ancam Jokowi, Muhaimin: Mari Saling Memaafkan

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbincang dengan Syafii Maarif di Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (1/4/2018) - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
16 Agustus 2018 15:16 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengakui bahwa tidak terpilihnya Mahfud MD sebagai cawapres mendapingi capres Jokowi merupakan kesepakatan bersama antara partai politik pengusung dengan Joko Widodo (Jokowi).

Karena itu dia meminta polemik pemilihan calon wakil presiden pendamping Jokowi tidak dilanjutkan. Dia juga menyinggung perlunya saling memaafkan saat menanggapi terpentalnya Mahfud MD pada detik-detik akhir pengumuman cawapres.

"Yang sudah, ya sudahlah. Semua proses biasa, sekarang kita marilah saling memaafkan, saling menjaga persatuan untuk Indonesia lebih baik," kata Cak Imin di sela-sela sidang tahunan MPR Kompleks Parlemen, Kamis (16/8/2018).

Muhaimin juga membantah adanya ancaman kepada Jokowi jika tetap memilih Mahfud MD maka warga NU tidak akan mendukung. Menurutnya, pemilihan cawapres merupakan dinamika politik yang sering terjadi. Untuk itu, ia minta agar tidak diteruskan menjadi polemik berkepanjangan.

"Beginilah takdir Tuhan lebih berkuasa daripada apa pun usaha manusia. Jegal-menjegal itu ada yang namanya dinamika. Jangankan pilpres, pemilihan Ketua Ansor saja ramainya minta ampun, apalagi pilpres. Jadi wajar-wajar saja dinamika itu terjadi," katanya.

Sebelumnya, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan langsung oleh TV One pada Selasa (14/8/2017) malam, Mahfud MD buka-bukaan soal penyebab kegagalan dia menjadi cawapres Jokowi.

Mahfud MD menyebut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut andil memengaruhi pilihan cawapres Jokowi. Menurut Mahfud, salah satunya, PBNU mengeluarkan pernyataan bernada ancaman yang menyebut tidak akan mendukung jika cawapres Jokowi bukan berasal dari kalangan NU. Berdasarkan pernyataan Muhaimin, kata Mahfud, pernyataan itu muncul atas perintah Ma'ruf Amin.