Ini Yang Bikin Pengikut Tergiur Kerajaan Ubur-Ubur

Aisyah, wanita yang mengaku sebagai ratu Kerajaan Ubur/ubur. (Youtube)
16 Agustus 2018 00:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SERANG -- Secara maraton Polres Serang Kota terus memeriksa kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Kerajaan Ubur-Ubur. Sebanyak 12 orang pengikut i Kerajaan Ubur-Ubur masih diperiksa. Dari pemeriksaan terungkap alasan belasan pengikut itu tergiur Kerajaan Ubur-Ubur.

"Sampai saat ini kita masih terus melakukan pemeriksaan secara maraton sampai saat ini sudah 12 orang kita lakukan pemeriksaan. Keseluruhan orang-orang yang ada di lokasi tersebut," ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin didampingi Kasat Reskrim AKP Richardo Hutasoit, Rabu (15/8/2018) sebagaimana dikutip Okezone.com.

Kerajaan Ubur-Ubur didirikan oleh sepasang suami istri, Rudi dan Aisyah Tusalamah. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menjerat pimpinan kerajaan ubur-ubur dalam delik pidana penistaan agama. Karena masih terus didalami. "Tapi tadi subuh ibu AS [Aisyah] menyatakan kekhilafannya atas prilaku yang sudah dilakukan," ungkapnya.

Guna mempermudah proses pemeriksaan, petugas memisahkan lokasi pemeriksa antara pengikut dan pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur.

"Kesimpulan sementara ke 12 orang, yang lain hanya tergiur oleh ajakan dari ibu AS di medsos sehingga berdatangan, ada dari Jatim dan Jabar ingin mengorek dari ibu AS. Ini kesimpulan sementara," tegas Komarudin.

Sebelumnya, Komarudin menjelaskan, Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur yakni Aisyah Tusalamah berpedoman pada Alquran. Namun, salah menafsirkan ayat-ayat dalam Alquran.

Alquran yang Ratu Kerajaan Ubur-ubur baca yakni Tafsir yang disusun Zainuddin Humaidy cetakan ke lima tahun 1957.

Dia menambahkan, Alquran tersebut kini menjadi barang bukti dan sedang dikaji oleh Polres Serang Kota untuk mengetahui apa motif wanita asal Sumedang itu menyebakan ajaran yang dinilai sesat.

"Kami kaji memang di dalam Alquran ini ada beberapa poin yang ditandai beliau, ini disimpulkan sendiri," ujarnya.