Dokumen Kerajaan Ubur-Ubur Mirip Kode Togel

Dokumen Kerajaan Ubur/Ubur (Okezone)
15 Agustus 2018 22:10 WIB Rini Y/Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SERANG -- Polisi telah menyita dokumen-dokumen Kerajaan Ubur-Ubur. Polres Serang mengamankan dokumen-dokumen Kerajaan Ubur-Ubur sebagai barang bukti.

Hingga kini Polres Serang masih kesulitan mengartikan dokumen-dokumen yang ditulis menggunakan kombinasi angka dan hurup abjad itu. Dokumen-dokumen Kerajaan Ubur-Ubur itu lebih mirip kode Togel.

Ratu Kerajaan Ubur-Ubur, Aisyah Tusalamah menyebut dokumen-dokumen itu berisi amanat untuk mencairkan uang di bank dunia dan bank di Indonesia.

"Kami kesulitan memahami sandi-sandi, cukup banyak menyebut kunci lima yang dikatakan apakah cetakan kelima masih samar-samar. Secara umum hasil pengecekan atau klarifikasi semalam. Apa yang disampaikan ibu Aisyah dan beberapa pengikutnya sebatas mengarah kepada pencarian harta," kata Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin. Rabu (15/8/2018) sebagaimana dikutip Okezone.com.

Kapolres berseloroh masih mencari orang yang bisa membaca berkas-berkas yang dianggap dokumen rahasia negara. "Kami lagi nyari orang yang bisa menerjemaahkan berkas ini. Sebab, isinya kayak ngecak togel," ujarnya.

Aisyah bahkan mengeluarkan surat mandat berisi Aisyah Tusalamah Baiduri Intani lahir pada Selasa Keliwon hari Ketiga tanggal 10-11-81 sah sebagai M1 pewaris sah Pancasila dan pewaris sah mata uang R7 atau Rp.

"Semalam suami dia mengatakan dia (Aisyah) pewaris harta dunia," ujarnya.

Asal Usul
Hingga berita ini diturunkan polisi masih menyelidiki Kerajaan Ubur-Ubur. AKBP Komarudin, sebagaimana dikutip Suara.com, mengatakan polisi juga telah meminta keterangan perihal nama Ubur-Ubur yang digunakannya.

Asal-usul nama Kerajaan Ubur-Ubur itu akhirnya terungkap. Secara filosofis ubur-ubur selama ini dikenal sebagai hewan habitat laut.

”Nama Kerajaan Ubur-ubur didapatkan secara spontan oleh pasangan suami istri pendiri sekte itu, yakni Rudi dan Siti Aisyah. Nama itu disepakati oleh pengikutnya. Saat kami tanya filosofinya apa, mereka tak bisa menjelaskan,” papar Komarudin.

Kepada penyidik, 11 pengikut yang diperiksa secara maraton ini mengakui memiliki slogan khusus bagi anggotanya.

Bagi mereka, ubur-ubur itu bermakna persatuan. Jadi, kalau mereka bersatu, tak bisa dikalahkan. ”Sama seperti ubur-ubur, yang menurut mereka, kalau bersatu, bisa menenggelamkan kapal.”