Mahfud MD Bongkar Ancaman Ma'ruf Amin ke Jokowi, PDIP: Itu Manusiawi

Mahfud MD berceramah dalam Seminar Nasional Perspektif Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan terhadap Politisasi Agama di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks UMS, Pabelan, Sukoharjo, Sabtu (31/3 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
15 Agustus 2018 20:03 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mahfud MD membongkar di balik sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dikabarkan sempat mengancam akan meninggalkan Jokowi jika menggandeng selain kader NU sebagai cawapres. Meski kemudian PBNU membantah ancaman itu, Mahfud membeberkan ancaman itu atas perintah Ma'ruf Amin.

Hal itu dibeberkan oleh Mahfud MD saat berbicara di Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (14/8/2018) malam. Dia menceritakan kabar ancaman itu yang belakangan dibantah oleh PBNU. Mahfud mengatakan kabar ancaman akan meninggalkan Jokowi itu benar adanya.

"Ini Pak Aqil Siradj [Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj] itu gimana menyebut saya bukan kader dan sebagainya. Sementara apa juga haknya, misal NU itu mengancam-ancam kalau bukan kader NU, NU akan tidur, NU akan meninggalkan pemerintah, ada yang bilang gitu ya?" katanya sambil melihat ke arah ke mantan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan pada Rabu (8/8/2018) sore pukul 17.00 WIB, Ketua PBNU Robikin Emhas mengeluarkan pernyataan NU akan keluar meninggalkan Jokowi jika yang diangkat jadi cawapres bukan kader NU. Hal ini menimbulkan kegaduhan dan mengundang kritik di kalangan NU sendiri.

"Dari seluruh Indonesia ribut, langsung ada yang bilang NU itu bukan parpol. Lalu dibantah enggak ada pernyataan itu. Padahal pernyataan itu ada. Robikin yang menyatakan, dan yang menyuruh itu Kiai Ma'ruf Amin. Bagaimana saya tahu itu Ma'ruf Amin? Karena Muhaimin yang bilang ke saya," ungkap Mahfud MD blak-blakan.

Cerita itu, kata Mahfud, dia dapatkan waktu bertemu dengan Muhaimin Iskandar di suatu tempat di Jl. Empu Sendok, Jakarta. Saat itu, Mahfud dipertemukan dengan Muhaimin oleh mantan Wakil Ketua PBNU As'ad Said Ali mengingat keduanya merupakan tokoh NU yang sama-sama masuk bursa cawapres Jokowi.

"Ketemulah saya di Empu Sendok dengan Muhaimin, bukan di kantor PKB. Di situlah Muhaimin mengatakan, 'wah kita ini dipermainkan politik'. Baik orangnya, bersahabat, berpelukan. [Muhaimin bilang] 'Pak Mahfud bukan saya, bukan saya, yang bilang Pak Mahfud bukan kader NU'.  [saya jawab] 'Ya saya tahu lah, anak buah Anda [yang bilang] dan yang menjawab bukan saya tapi anak buah saya. Itu main-main aja kalau di NU," kata Mahfud.

Jika Muhaimin membicarakan rencana untuk PKB, Mahfud justru berupaya mengklarifikasi ancaman terhadap Jokowi. Dia bertanya bagaimana bisa PBNU main ancam-mengancam. "Wah itu uyang nyuruh Kiai Ma'ruf," kata Mahfud menirukan jawaban Muhaimin.

Berdasarkan cerita Muhaimin, kata Mahfud MD, pada Rabu (8/8/2018) sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, Ma'ruf Amin dipanggil oleh Presiden Jokowi. Ternyata, Said Aqil Siradj pun dipanggil, juga Muhaimin Iskandar secara terpisah.

"Ketika ketemu Presiden, kata Muhaimin, Pak Presiden tidak menyebut siapa namanya. Dia hanya bertanya kepada kami secara terpisah ini, pertanyaannya minta saran lah siapa namanya, tapi tidak nyebut siapa calonnya," tutur Mahfud.

Lalu, setelah bertemu Presiden, ketiga orang itu bertemu di kantor PBNU dan berkesimpulan bahwa mereka bukanlah calon yang akan menjadi cawapres Jokowi.  "Nah lalu sepertinya marah-marah, lalu membahas. Kiai Ma'ruf itu [bilang] 'kalau gitu kita nyatakan kita tidak bertanggungjawab secara moral atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU yang diambil'. Ini kata Muhaimin," kata Mahfud.

"'Robikin, bilang begitu ke pers nanti'. Robikin didekte kalimatnya oleh Kiai Ma'ruf, didekte memang. Itulah permainan."

Sementara itu, PDIP membantah Ma'ruf Amin berada di balik ancaman terhadap Jokowi tersebut. Menurutnya, Ma'ruf adalah seorang pengayom.

"Itu sikap ekspresi Pak Mahfud MD. Ya itu merupakan satu hal manusiawi lah tapi enggak ada ancam mengancam, apalagi kita lihat sosok Kiai Ma’ruf itu merupakan sosok pengayom," ucapnya di Istana Negara, Rabu (15/8/2018).

Kolom 53 minutes ago

Jelalatan