Akhirnya, Mengakses E-Journal Sekarang Gratis

Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga menyosialisasikan e-journal gratis di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (14/8 - 2018) (Kemenristekdikti))
15 Agustus 2018 14:43 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA — Para peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia kini bisa mengakses e-journal secara gratis karena Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah berlangganan.

Kemenristekdikti mengalokasikan anggaran senilai Rp14.815.350.000 untuk berlangganan database e-journal. Pada 2018 ini, langganan database e-journal dibagi dalam empat paket untuk seluruh perguruan tinggi dan dua paket untuk lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Database e-journal yang menjadi langganan pemerintah di antaranya EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage (Business and Economic, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts), ProQuest (Arts & Humanities, Biological Science Database). Khusus untuk LPNK ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga menjelaskan statistik jumlah pencarian pada database e-journal yang dilakukan perguruan tinggi pada 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian dan jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.311. Rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dalam lokakarya peningkatan kompetensi pemanfaatan database e-journal di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Selasa (14/8/2018) seperti dilansir di laman Kemenristekdikti di hari yang sama.

Masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks internasional bereputasi secara umum disebabkan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty).

Perihal orisinalitas dan kebaruan ini akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia. “Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal sehingga akses dosen, peneliti, ataupun mahasiswa terhadap referensi primer terbatas. Bertahap, jika ada anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang–bidang ilmu strategis lain,” sambung Sadjuga.

Kerja sama Kemenristekdikti dan forum perpustakaan perguruan tinggi Indonesia juga terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi pemanfaatan database e-journal dengan melaksanakan lokakarya ke beberapa kota di Indonesia. Untuk dapat mengakses database Kemenristekdikti, peneliti dan dosen dapat meminta username dan password melalui email helpdesk fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id.

Khusus dosen dapat mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default.aspx. Dosen dan mahasiswa dapat mengakses melalui jaringan Internet kampus dengan fasilitas IP-Address tanpa username dan password di kampus masing – masing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perpustakaan kampus.

“Kami mengimbau dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia memanfaatkan secara maksimal akses e-journal ini,” imbuh Sadjuga.

Username dan password yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, disebarluaskan, dan ditampilkan dalam web, blog, email terbuka/mailing list dan mengunduh sistematis. “Dengan adanya akses database ke e-journal, kami berharap peningkatan publikasi berkualitas yang dihasilkan peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia,” kata dia.

Tokopedia