Begini Struktur Organisasi Kerajaan Ubur-Ubur

Siti Aisyah Ratu Kerajaan Ubur/Ubur dalam salah satu video. (Youtube)
15 Agustus 2018 10:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SERANG – Kerajaan Ubur-Ubur menjadi pemberitaan heboh saat ini. Ajaran ini diduga menyebarkan kesesatan bagi para pengikutnya.
Beberapa indikasinya ajaran ini sesat adalah menyebut Allah memiliki makam dan menyebut Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan.

Kerajaan Ubur-Ubur diketuai oleh pasangan suami istri Rudi dan Aisyah. Dilansir Liputan6.com, Selasa (14/8/2018), mereka memiliki struktur seperti tertulis di dalam bagan organisasi mereka:

Ketua penerima tamu kerajaan untuk laki-laki: Babe Ali
Ketua penerima tamu kerajaan untuk wanita: Mba Ria
Ketua Keluarga Kerajaan: Asep Alung
Ketua pengembangan program kerajaan urusan ritual, dll: kepala suku Mas Nur Salim
Ketua pemberitaan dunia tentang hasil ritual: Mas Samsuri
Seksi keamanan: Riky dan Sony
Penasehat/sesepuh: Abraham Saman
Urusan ide kreatif untuk kerajaan: Kamal dan Babe Ali
Seksi konsumsi/anggaran: Indah dan Ajeng
Urusan pertamanan: Husen (Nurdin)

Kerajaan Ubur-Ubur berlokasi di Lingkungan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten, mengakui Nabi Muhammad berjenis kelamin wanita. Pengikutnya diketahui berjumlah delapan orang.

"Memang pengikutnya bukan orang Serang, tapi orang Jawa Timur, Jawa Tengah," kata Surya Miharda, Ketua RT setempat, Selasa.

Rumah yang menjadi pusat ajaran Kerajaan Ubur-Ubur sempat dikepung massa, Selasa malam. Aparat kepolisian dan tokoh masyarakat terpaksa melakukan evakuasi terhadap 11 anggota Kerajaan Ubur-Ubur yang berkukuh bertahan di rumah itu.

Sebanyak 11 anggota yang terdiri atas dua perempuan dan sembilan lelaki dievakuasi menggunakan dua minibus milik Polres Serang Kota. Hal itu untuk menghindarkan mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ada 11 orang yang kami amankan. Tujuannya menghindari hal yang tidak di inginkan," kata Kapolsek Serang, Kompol Irwanda, seusai mengevakuasi pengikut Kerajaan Ubur-Ubur, dilansir Suara.com.

Tokopedia