Ribuan Orang Terkena Kanker Akibat Teror 9/11

Serangan di gedung World Trade Center, Amerika Serikat. (The Sun)
14 Agustus 2018 07:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, NEW YORK – Program kesehatan dari World Trade Center, Amerika Serikat, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan terkait teror 11 September 2001. Berdasarkan laporan, sekitar 9.795 orang didiagnosis terkena kanker dalam 17 tahun terakhir. Mereka mengidap kanker akibat menghirup asap dan debu beracun akibat teror 9/11.

Dikutip dari The Sun, Senin (13/8/2018), serangan yang dilancarkan Osama bin Laden itu menewaskan sekitar 2.973 orang. Dampak dari serangan mematikan itu masih dirasakan sampai sekarang. Secara keseluruhan, lebih dari 1.700 orang yang terkena dampak negatif dari teror 9/11 itu telah meninggal dunia. Sementara sekitar 420 lainnya dilaporkan masih berjuang melawan kanker.

Jumlah pasien kanker terus meningkat pada 2013 silam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan World Trade Center, ribuan warga Kota Manhattan, New York, Amerika Serikat, yang didiagnosis terserang kanker setelah teror 9/11 adalah petugas pemadam kebakaran, anggota polisi, dan tim penyelamat.

Penyakit mematikan itu merupakan dampak negatif dari racun yang bercampur dengan udara dan terhirup. Racun itu berasal dari bahan bakar pesawat yang ditabrakkan ke gedung World Trade Center. Selain itu, racun penyebab kanker itu dihasilkan dari serpihan asbes, semen, dan kaca gedung tersebut.

Orang-orang yang kala itu berada di sekitar gedung World Trade Center beserta tim penyelamat berisiko tinggi terkena kanker tiroid, kulit, dan kantung kemih. Beruntung, pihak World Trade Center memberikan bantuan medis kepada mereka yang terkena dampak serangan 9/11.