Istana Kerajaan Ubur-Ubur Dikepung Massa, Pengikutnya Dievakuasi

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
14 Agustus 2018 22:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SERANG -- Masyarakat mulai bereaksi terhadap keberadaan Kerajaan Ubur-Ubur pimpinan Siti Aisyiah. Rumah yang menjadi pusat ajaran Kerajaan Ubur-ubur di RT2/RW7 Lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten, dikepung massa, Selasa (14/8/2018) malam.

Alhasil, aparat kepolisian dan tokoh masyarakat terpaksa melakukan evakuasi terhadap 11 anggota Kerajaan Ubur-Ubur yang berkukuh bertahan di rumah itu. Sebanyak 11 anggota yang terdiri atas dua perempuan dan sembilan lelaki  dievakuasi menggunakan dua minibus milik Polres Serang Kota. Hal itu untuk menghindarkan mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ada 11 orang yang kami amankan. Tujuannya menghindari hal yang tidak di inginkan," kata Kapolsek Serang, Kompol Irwanda, seusai mengevakuasi pengikut Kerajaan Ubur-Ubur, dilansir Suara.com.

Ratu Kerajaan Ubur-Ubur, Siti Aisyah, sendiri tidak ikut dievakuasi, karena dia sudah mengungsi ke rumah keluarganya sejak Selasa siang. Sedangkan suaminya, Rudi Chairul Anwar, ikut serta diamankan oleh pihak kepolisian. "Rumah itu sudah diberi garis pembatas dan dijaga polisi,” terangnya.

Rumah yang menjadi pusat ajaran Kerajaan Ubur-ubur yang dipimpin Siti Aisyah, di RT2/RW7 Lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten, dikepung massa, Selasa (14/8/2018) malam. (Suara.com)

Saat dievakuasi, menurut Irwanda, tidak ada penolakan dari anggota Kerajaan Ubur-ubur. Mereka mengikuti perintah dari pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. "Diharapkan tidak kembali lagi ke sini, karena meresahkan masyarakat. Tapi kami akan koordinasi dengan warga," jelasnya.

Sebelum dievakuasi, perwakilan polisi dan tokoh masyarakat, masuk ke dalam rumah Kerajaan Ubur-ubur untuk memberikan penjelasan keseluruh anggotanya.

Saat dilakukan evakuasi, anggota kepolisian baik berseragam dan pakaian sipil, ikut mengamankan lokasi, lantaran banyaknya warga yang berkerumun di sekitar rumah Kerajaan Ubur-ubur.

Rumah itu kini dalam keadaan terkunci. Hingga berita ini diunggah, polisi masih berjaga. Warga juga masih berkerumun di sekitar Kerajaan Ubur-ubur.

Sebelumnya, dikutip Solopos.com dari Liputan6.com, Selasa (14/8/2018), aparat Polresta Serang bersama anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendatangi rumah milik Aisyah yang ditinggali bersama suaminya, Rudi, di Sayabulu, Kota Serang, Banten. Keduanya diduga menganut aliran sesat dengan mendirikan Kerajaan Ubur-Ubur.

"Sementara kami hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kami akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Kapolresta Serang, AKBP Komarudin, Senin (13/08/2018).

Di rumah keduanya, aparat juga menyita catatan struktur organisasi Kerajaan Ubur-Ubur yang kerap didatangi pengikutnya setiap Kamis malam atau malam Jumat hingga Sabtu dini hari.

Pasangan suami istri yang tenar karena video viral itu dikenal warga jarang bersosialisasi dan tak pernah salat berjemaah di masjid atau musala dekat rumahnya. Mereka berdua tinggal di rumah tersebut sekitar dua tahun.

"Mereka mengaku muslim, namun melakukan kegiatan yang tidak lazim. Contohnya mereka bilang Allah SWT memiliki makam kuburan, ini yang jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam," jelas sang kapolres.

Rumah yang menjadi pusat ajaran Kerajaan Ubur-ubur yang dipimpin Siti Aisyah, di RT2/RW7 Lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten, dikepung massa, Selasa (14/8/2018) malam. (Suara.com)

Sumber : Suara.com