Terima Laporan, Bawaslu Tidak Ada Alasan Lagi Tunda Periksa Sandiaga

Bakal calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
14 Agustus 2018 18:44 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kini tidak punya alasan lagi menunda kasus dugaan mahar politik senilai total Rp1 triliun yang diduga dilakukan Sandiaga Uno untuk dua partai politik. Sebelumnya, Bawaslu menyatakan salah satu alasan belum adanya sikap karena belum ada laporan yang diterima lembaga itu.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan bahwa tindak lanjut harus segera dilakukan. Hal itu wajib dilakukan setelah ada dua laporan dari lembaga swadaya masyarakat dan relawan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Bawaslu akan klarifikasi para pihak yang diduga dan akan dipanggil secara patut dalam dua hari kerja minimal,” katanya di gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Pemanggilan dilakukan kepada pihak siapa saja yang dianggap mengetahui dugaan ini termasuk Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Andi adalah orang yang pertama kali mengungkapkan bahwa bakal calon wakil presiden yang menemani Prabowo Subianto ini memberikan mahar politik.

Dia menuding Sandiaga Uno menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo. Fritz berharap para pihak yang diundang bisa memenuhi panggilan. “Dan tidak menolak undangan Bawaslu sehingga yang tidak jelas bisa kita pertegas,” tuturnya.

Hari ini, Sandiaga Uno membantah tudingan mengenai mahar politik Rp500 miliar masing-masing untuk dua partai politik pengusungnya, PAN dan PKS. Bantahan itu disampaikan Sandiaga saat mengunjungi KPK untuk melaporkan data harta kekayaannya.

"Tadi saya sampaikan kepada Pak Cahya Harefa [Ketua LHKPN KPK], saya membantah dan menggarisbawahi bahwa tidak benar apa yang selama ini yang berkembang di masyarakat," tegas Sandiaga Uno di kantor KPK di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang mendampingi Sandiaga turut membantah kabar tersebut. Dia menjelaskan belum ada kebutuhan untuk menyumbangkan dana kampanye karena status Sandiaga Uno masih bakal calon Wakil Presiden.

"Belum ada uang keluar sedikit pun," kata Sudirman Said terkait dengan kabar mahar politik.

Tokopedia