Asman Abnur Mundur dari Menteri PAN-RB, PAN Resmi Tinggalkan Jokowi

Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) bersama Menpan RB Asman Abnur (kedua kiri), Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menag, Menteri Pertanian, dan sejumlah anggota Komisi DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (23/7 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
14 Agustus 2018 15:11 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Teka-teki nasib Asman Abnur terjawab sudah. Politikus PAN itu mundur dari jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebelum dicopot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) seiring sikap PAN yang resmi mendukung Prabowo Subianto.

Jokowi pun dipastikan akan melakukan reshuffle kabinet menjelang Pilpres 2019. Kepastian Asman Abnur mundur dari Kabinet Kerja Jokowi dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi. Viva menceritakan bahwa Asman telah memohon izin kepada PAN untuk mundur dari kabinet.

Hal itu dilakukannya terkait dengan keputusan PAN yang kini telah bergabung dengan koalisi partai pendukung pasangan bakal capres - cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Pak Asman Abnur merasa kalau kemudian berbeda itu, maka lebih baik Pak Asman Abnur mengundurkan diri sebagai menteri di kabinet presiden Jokowi," kata Viva di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (14/8/2018).

Viva pun mengatakan bahwa Asman Abnur telah memberikan informasi terkait pengunduran dirinya kepada pihak Istana, yakni Mensesneg Praktikno. "Hari ini Pak Asman Abnur juga sudah bertemu dengan Pak Pratikno dan telah menyatakan hal tersebut seperti yang tadi saya katakan," ujarnya.

Lebih lanjut, Viva pun membantah apabila mundurnya Asman dari kabinet dikarenakan adanya desakan dari pihak Istana. "Tidak. Jadi pemerintah sendiri sepanjang yang saya telah merasa puas dengan kinerjanya Pak Asman Abnur sebagai menteri," ujarnya.

Namun Viva belum bisa menyampaikan bahwa sudah ada persetujuan dari pihak Istana terkait mundurnya Asman Abnur. Viva meyakini Jokowi sangat memahami dengan kemauan Asman seiring bergesernya arah politik PAN ke kubu Prabowo Subianto.

"Saya rasa presiden juga tidak akan berkeberatan karena ini adalah dalam rangka menjaga fatsun politik. Menjaga keadaban dalam berpolitik. Kalau kemudian dari partai politik berbeda pilihan politik terutama ini Pilpres 2019 kita semuanya harus saling menghormati," pungkasnya.

Sumber : Suara.com