Sebut Nabi Muhammad Pernah Sesat, Evie Effendi Minta Maaf

Ustaz Evie Effendi. (Instagram/evieeffendie)
14 Agustus 2018 19:40 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Ustaz asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), Evie Effendi, sedang ramai dibicarakan karena video viral yang memuat ceramah kontoversialnya. Pada salah satu ceramahnya, ustaz yang dianggap memiliki penampilan nyentrik itu mengutip salah satu ayat dari Surat Adh-Dhuha dan menyebut Nabi Muhammad pernah menjadi orang yang sesat.

Ceramah kontroversial itu pun mendapatkan respons keras dari Ustaz Habib Bahar bin Smith. Video protes keras yang dilayangkan Ustaz Habib Bahar bin Smith itu juga lantas beredar di banyak saluran Youtube dan menjadi viral di antara warganet.

Habib Bahar memprotes Evie Effendi karena menyebut Nabi Muhammad pernah menjadi orang yang sesat. Menurut Habib Bahar, Evie Effendi tak menerjemahkan ayat yang dikutip secara mendalam.

Bahkan, Habib Bahar tak segan menantang duel Evie Effendi di akhir pernyataan protes. "Kalau tidak terima [dengan protes], berantem saja, enggak usah debat. Berantem kita satu-satu siapa yang menang," tandasnya.

Tanggapan MUI

Ceramah kontroversial Ustaz Evie Effendi yang viral itu juga mendapatkan respons dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar. Dikutip dari Okezone, Selasa (14/8/2018), Ustadz Evie telah diundang ke Kantor MUI Jabar di Jl. R.E. Martadinata, Kota Bandung, Senin (13/8/2018) siang.

Hal itu sengaja dilakukan untuk mendengar penjelasan langsung dari Ustadz Evie soal polemik yang terjadi. "Kita mengundang dia untuk minta tabbayun sehingga pernyataan dia yang sebenarnya katanya sudah lama," kata Ketua Umum MUI Jawa Barat Rachmat Syafe'i.

Dalam penjelasannya, Evie Effendi mengatakan ceramah itu dilakukan sekitar Februari 2018 lalu di salah satu masjid di Kabupaten Bandung. Pernyataannya kemudian menjadi viral dan menuai polemik.

Meski begitu, Evie menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepada MUI, ormas Islam, dan seluruh umat muslim dan menyatakan sadar telah melakukan kesalahan dalam berceramah. "Poinnya, Ustaz Evie menyatakan mohon maaf atas kekeliruannya, atas kejadian itu," ungkap Rachmat.

Pihak MUI pun sudah tidak mempermasalahkan kasus tersebut, terlebih permintaan maaf sudah disampaikan secara terbuka. Bahkan sebelum di Kantor MUI Jawa Barat, beberapa hari lalu Ustaz Evie sudah memohon maaf yang diunggah melalui akun Youtube dan media sosialnya.

Rachmat berharap polemik karena video viral itu segera disudahi. Ia ingin suasana kembali dingin meski sempat ada pihak-pihak yang merasa panas. "Sudahlah, kembali tenang. Ini kejadiannya Februari, tapi baru diramaikan sekarang. Umat Islam jangan terpancing. Ini sudah selesai. Kalau pandangan kami, ada kekeliruan, dia juga menganggap itu sebuah kekeliruan. Tapi semua ini sudah selesai dari pandangan kami," jelas Rachmat.

Disinggung soal pelaporan yang dilakukan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke Polda Jawa Barat, ia berharap laporan itu tidak berlanjut. Tapi, ia menyerahkan kembali keputusan kepada pelapor.

"MUI tidak memiliki kewenangan untuk [meminta dicabutnya pelaporan] perkara ini. Kalau indIvidu itu haknya dia, biar nanti dia selesaikan. Tapi secara umum, kami berharap ini clear lagi," tandas Rachmat.