Jokowi Janjikan Rp50 Juta/Rumah untuk Rekonstruksi Korban Gempa Lombok

Salah satu masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, ambruk akibat gempa bumi, Minggu (6/8 - 2018) malam. (Twitter/@Sutopo_PN)
13 Agustus 2018 22:21 WIB Yodie Herdiyan/ Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi korban gempa di Lombok. Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Utara, Senin (13/8/2018). Presiden berdialog dengan pengungsi dan menjanjikan bantuan dana rekonstruksi rumah korban maksimal Rp50 juta untuk bangunan yang rusak berat.

Presiden Jokowi bertolak menuju NTB melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia 1 pada pukul 13.20 WIB. Setibanya di Bandara Internasional Lombok, Lombok Tengah, sekitar pukul 16.08 WITA, Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa Lombok karena berdekatan dengan pusat gempa. Bersama Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi (TGB), Jokowi berdialog dengan para pengungsi.

Dia bertanya bantuan apa yang paling dibutuhkan pengungsi gempa Lombok saat ini. Mereka jawab segera dibangunkan rumah. Jokowi menyampaikan rencana pembangunan rumah dengan nilai bervariasi, yaitu bantuan Rp50 juta bagi keluarga yang rumahnya rusak berat, Rp25 juta yang mengalami kerusakan sedang, dan Rp10 juta bagi rumah yang rusak ringan.

"Pemerintah membantu dana anggaran yang rusak berat. Kira-kira butuh berapa sih? Banyak sekali? Rp50 juta, gimana? Harga barang yang naik apa saja? Nanti saya minta untuk suplai semen sebanyaknya ke sini, besi, dsb agar harganya tidak naik. Nanti sebentar lagi akan berdatangan ke sini," kata Jokowi di depan pengungsi, yang disiarkan Kompas TV, Rabu malam.

Pada Selasa (14/8/2018) besok, rencananya ada 1.000 rumah pertama dibangun di Lombok Utara. Para korban bisa mengambil bantuan dalam bentuk tabungan untuk membeli material sampai memenuhi nilai kuota bantuan yang diberikan pemerintah.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari ini menyebutkan 436 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7 skala ritcher (SR). Korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang.

Sementara itu, korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dengan rincian 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.

Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok hingga Senin (13/8/2018), tercatat ada 352.736 pengungsi. Sebaran pengungsi korban gempa Lombok terdapat di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan fisik yang meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Hasil sementara hitung cepat kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai lebih dari Rp5,04 triliun.

Selain berdialog dengan pengungsi, di Lombok Utara Presiden akan meninjau dapur umum, trauma healing, posko pengungsian korban bencana dan rumah sakit lapangan. Presiden juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban. Setelah itu, Presiden akan menuju tenda untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Saat memimpin rapat terbatas tentang penanganan bencana alam di NTB pada Jumat (10/8/2018) lalu di Kantor Presiden, Kepala Negara ingin jajarannya memastikan segala kebutuhan para pengungsi dan korban terdampak gempa terpenuhi.

"Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta yang berkaitan dengan listrik," ucap Presiden saat itu.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Provinsi NTB antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin.