LSM Desak KPK Telusuri Rp500 Miliar Sandiaga Uno

Bakal calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8) sebagian bagian persyaratan capres dan cawapres Pilpres 2019. - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
13 Agustus 2018 20:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- LSM Masyarakat Peduli Pemilu Bersih dan Pemuda Indonesia Bersih mendesak KPK menelusuri dugaan mahar politik cawapres Sandiaga Uno untuk dua partai politik masing-masing Rp500 miliar yang dinilai mengandung unsur tindak pidana korupsi saat Sandiaga Uno menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Koordinator LSM Masyarakat Peduli Pemilu Bersih dan Pemuda Indonesia Bersih, Lisman Hasibuan, mengungkapkan salah satu upaya pembuktian adalah dengan menelusuri cuitan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Menurutnya, Wasekjen Partai Demokrat itu sudah membeberkan adanya tudingan pemberian mahar oleh Sandiaga Uno yang kemudian dikonfirmasi sebagai dana kampanye Pilpres 2019.

"Kenapa KPK diam saja melihat ini? Seharusnya kan KPK bisa bertindak dengan cepat sesuai dengan perkembangan informasi yang ada di publik. Mahar Rp500 miliar itu kan kalau ditotal [untuk PKS dan PAN] jadi Rp1 triliun. Buktinya ada di salah satu tweet Andi Arief," tuturnya, Senin (13/8/2018).

Menurut Lisman, cuitan Andi Arief di media sosial itu bukan opini pribadi. Dia menilai fakta yang diungkapkan Andi Arief yang harus ditelusuri KPK sebagai lembaga antikorupsi.

Dia juga berharap agar KPK tidak selalu melakukan operasi tangkap tangan (OTT), tetapi juga harus menindaklanjuti soal dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto tersebut. "Jadi ngapain KPK OTT terus, sementara kasus yang ini jelas-jelas Rp1 triliun. KPK harusnya proaktif dong, jangan hanya diam-diam saja melihat hal ini," katanya.

Lisman juga mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya untuk menelusuri seluruh dugaan korupsi guna memastikan kampanye Pilpres 2019 bersih dari tindak pidana korupsi. "Makanya kami akan minta bantuan kepolisian untuk memanggil Andi Arief maupun pihak-pihak terkait soal ini. Kami juga akan ke Bawaslu besok untuk melaporkan hal ini," ujarnya.

Tokopedia