Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi, Sekelompok Orang Tuntut Mundur dari MUI

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8 - 2018). (Antara/Hafidz Mubarak A)
13 Agustus 2018 16:43 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Upaya koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) menggandeng KH Ma'ruf Amin sebagai representasi kalangan ulama mendapat perlawanan. Muncul kelompok yang menuntut Ma'ruf Amin mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kelompok yang menamakan diri sebagai Koalisi Santri Pemuda (KSP) Indonesia itu akan mendatangi kantor MUI. Mereka menuntut agar Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin mengundurkan diri.

Ketua KSP Indonesia, Ananda Imam menyebut akan ada sekitar 30 santri datang ke Kantor MUI untuk melakukan aksi dan pembacaan doa. Hal itu dilakukan untuk mendoakan agar melindungi MUI dari kepentingan-kepentingan politik.

"Aksi-aksi seperti biasa nanti ada pembacaan doa agar MUI tidak disusupi kepentingan-kepentingan politik," kata Imam kepada Suara.com, Senin (13/8/2018).

Ma'ruf Amin kini telah menjadi bakal cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi). Ma'ruf Amin secara resmi telah mendaftarkan dirinya sebagai peserta Pilpres 2019 ke KPU pada Jumat (10/8/2018).

Terkait hal itu, Imam memiliki ketakutan jika Ma'ruf Amin tidak mengundurkan diri dari MUI. Sebab, apabila pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin terpilih, nantinya malah ada keberpihakan MUI terhadap pemerintah.

"Takutnya nanti keberpihakan terhadap pemerintah. Sehingga dalam aspirasi umat muslim Indonesia nantinya tidak secara murni," katanya.

Oleh karena itu ia berharap bahwa dengan segera KH Ma'ruf Amin bisa dengan tegas mengundurkan diri sebagai Ketua MUI. Imam pun menyebut Ma'ruf Amin kini sebagai tokoh politisi bukan sebagai kiai karena pilihannya kini maju di Pilpres 2019.

Mereka menolak MUI dipimpin seorang politikus. "MUI ini [sekarang] dipimpin politisi, kami menyebutnya Ma'ruf Amin sekarang adalah politisi bukan murni sebagai kyai lagi," pungkasnya.

KSP Indonesia mengklaim akan menggelar demonstrasi di depan Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018) nanti. Tujuan demonstrasi tersebut ialah untuk menuntut Ketua MUI KH Ma'ruf Amin mundur dari jabatannya. Hal itu dikarenakan kini Ma'ruf Amin memilih menjadi cawapres.

Tokopedia

Sumber : Suara.com