Imam Masjidil Haram: Masjid Suci untuk Ibadah, Bukan Politik!

Ilustrasi suasana di Masjidil Haram. - Business Insider
12 Agustus 2018 21:32 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, MEKKAH – Masjid dan tempat-tempat suci lainnya di Arab Saudi adalah tempat untuk beribadah dan bukan untuk aktivitas politik dan slogan-slogan hasutan. Peringatan ini disampaikan imam Masjidil Haram, Abdul Rahman as-Sudais, dalam pernyataan yang disiarkan pada Minggu (12/8). "Tempat suci itu untuk peribadatan, bukan tempat untuk mengeluarkan slogan-slogan politik atau aksi-aksi sektarian atau keagamaan," kata As-Sudais seperti dikutip kantor berita Turki, Anadolu.

Pekan depan adalah puncak musim haji di mana lebih kurang 3,5 juta orang jemaah dari seluruh dunia membanjiri tempat-tempat yang menjadi bagian proses ritual ibadah haji seperti Masjidil Haram di Mekkah dan Padang Arafah. 

Tokopedia

As-Sudais menyatakan pula pemerintah Arab Saudi takkan memberi kesempatan siapa pun untuk melakukan aktivitas politik selama musim haji. "Arab Saudi sangat keras berupaya melayani seluruh umar Islam dan berupaya meningkatkan hubuingan dan solidaritas di antara semua warga negara Islam terkait dengan situasi saat ini," kata dia. "Ada perang yang tengah dilancarkan terhadap apa yang dilakukan Arab Saudi di dua Masjid Suci [Masjidil Haram dan Masjid Nabawi]," kata As-Sudais. Namun dia tak memberikan penjelasan lebih lanjut dengan apa yang dimaksudkannya. 

Iran dan Arab Saudi yang selama ini menjadi rival dalam upaya memberi pengaruh kepada kawasan Timur Tengah sejak lama sering bertikai soal penyelenggaraan ibadah haji. Iran menyebut Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji asal Iran. Di sisi lain Arab Saudi menuduh Iran "memolitisasi" masalah haji. 

“Pesan yang disebarkan oleh Pemerintah Arab Saudi adalah Islam yang berdasarkan belas kasih, toleransi, dan kehidupan bersama yang damai," ujar As-Sudais pula. "Terorisme tidak punya agama atau budaya!" imbuh dia.

Di bagian lain As-Sudais mengungkapkan khotbah haji tahun ini akan diterjemahkan ke dalam lima bahasa yaitu bahasa Inggris, Indonesia, Prancis, Urdi, dan Persia. "Program penerjemahan ini akan memungkinkan jemaah penuturnya mendapatkan manfaat sebesar-besarnya," kata dia. 

Sumber : Newswire