Sandiaga Uno Sebut Rp500 M Dana Kampanye PAN dan PKS

Sandiaga Uno (Instagram sandiuno)
12 Agustus 2018 15:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Bakal Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan tidak benar adanya pemberian mahar Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk posisinya jadi cawapres.

"Kita bisa pastikan itu tidak benar. Saya besok akan ke KPK sore setelah tes kesehatan. tentu LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara, red) harus diperbaharui," kata Sandiaga yang berpasangsan dengan carpres Prabowo Subianto, usai mengikuti lari di acara Ancol Triathlon di Ancol, Jakarta Utara, dilansir Antara, Minggu (12/8/2018).

Sebelumnya Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengatakan Sandiaga yang memberikan mahar Rp500 miliar tersebut. Sandiaga sekali lagi mengatakan bahwa tidak ada mahar. Ia mengatakan proses pencapresan harus sesuai undang - undang.

"Sekarang itu, kita harus pastikan tidak boleh ada lagi hengki pengki dalam politik. Masyarakat marah kalau ada hengki pengki, masyarakat merasa dibohongi, tidak bisa lagi," kata Sandiaga. Sandiaga mengatakan, biaya kampanye harus terbuka.

Saat ini timnya sedang melakukan penghitungan LHKPN dan menghitung jumlah biaya kampanye yang diperlukan.

Sedangkan keterangan berbeda dikutip situs Metrotvnews.com. Ditemui usai menggelar pertemuan di kediaman Soetrisno Bachir di Jakarta pada Sabtu, 11 Agustus 2018 malam, Sandi menjelaskan uang tersebut sebenarnya akan digunakan sebagai dana kampanye. Sandi berniat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi terkait rencana penggunaan dana yang diduga sebagai mahar tersebut.

Sebab dana yang disebut sebagai mahar itu dianggap oleh politisi parpol koalisi de facto sebagai dana kampanye yang sah. Oleh karenanya menurut Sandi perlu adanya masukan dari berbagai pihak termasuk KPK.

Dalam cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Sandiaga telah membagikan mahar ke PKS dan PAN masing-masing sebesar Rp500 miliar sehingga totalnya menjadi Rp1 triliun. Mahar tersebut menurut Andi diduga sebagai pelicin agar Sandi bisa menjadi cawapres dari Prabowo Subianto.

Sumber : Newswire