Tahun Depan Ada Pameran & Kampung Beasiswa di Kota-Kota Besar Indonesia

ISN menggelar pameran beasiswa pendidikan di Jakarta, Sabtu (11/8 - 2018) (RRI)
12 Agustus 2018 15:02 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Indonesia Scholarship Network (ISN) berencana menggelar pameran beasiswa pendidikan di kota-kota besar Indonesia pada tahun depan. Program lainnya adalah pendirian kampung beasiswa yang melibatkan para alumnus penerima beasiswa.

Rencana itu muncul setelah pameran pendidikan yang digelar di plaza Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Sabtu (11/8/2018) sukses. Setidaknya ada 73 stan lembaga dalam maupun luar negeri, komunitas, serta organisasi pendidikan lainnya, yang mengikuti pameran sehari tersebut.

Salah satu Co. Founder ISN, Muhammad Fadli, mengatakan diperkirakan 8.000 pemuda hadir selama pameran. Hal itu bisa dilihat dari aplikasi pendaftaran. “Tidak mahasiswa saja, kita terbuka untuk seluruh segmen. Segmen khususnya adalah mahasiswa, siswa, jurnalis, guru, dan juga dosen. Kita arahkan awalnya itu mendaftar melalui aplikasi dan bekerja sama dengan Sahabat Beasiswa. Per Jumat [10/8] tembus 7.000 hingga 8.000 unduhan serta pendaftar. Alhamdulillah ini adalah pilot project kita yang pertama,”ujar Muhammad Fadli ketika ditemui di sela-sela kegiatan seperti dilansir RRI, Sabtu.

Tingginya antusiame akan ditindaklanjuti dengan rencana penyelenggaraan serupa di kota lain pada tahun depan. “Mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya di beberapa kota lain tahun depan. Kami tergabung dalam organisasi Indonesia Scholarship Network, itu tadi juga sekaligus launching ISN,” jelas dia.

Tahun depan ISN semakin memaksimalkan asistensi maupun informasi mengenai beasiswa bagi pemuda Indonesia, salah satunya dengan mendirikan Kampung Beasiswa.

“Target ke depan ada Kampung Beasiswa. Kampung Beasiswa itu harapannya bisa kita gunakan untuk memfasilitasi para alumnus yang berada di daerah atau sudah balik ke daerahnya untuk bisa membantu teman-teman yang kekurangan informasi. Seperti coaching clinic,” imbuh Fadli.

Pameran beasiswa pendidikan ISN diikuti sejumlah kedutaan besar di Jakarta, seperti Kedutaan Besar Meksiko. Kepala fungsi kebudayaan dari Kedutaan Meksiko, Jorge Rascon, mengatakan sertifikat keahlian berbahasa Spanyol merupakan hal wajib yang harus disertakan mahasiswa Indonesia untuk bisa mendapatkan beasiswa program pascasarjana, doktoral, maupun spesialis medis di perguruan tinggi ternama Meksiko.

Wakil Duta Besar Irlandia di Jakarta, Carol Staunton, mengatakan bahasa Inggris merupakan bahasa utama di Irlandia dan digunakan dalam proses belajar-mengajar. “Sebagai negara dengan 30 persen penduduknya merupakan pelajar dari seluruh dunia, tentunya di sana agak kompetitif. Kuncinya bahasa sebab masyarakat Irlandia berbicara menggunakan bahasa Inggris dan proses belajar-mengajar di kelas juga dengan bahasa Inggris,” ujarnya lagi. Menurut Carol, mahasiswa harus memiliki standar yang bagus dalam berbahasa Inggris dengan rata-rata skor IELTS 7-7.5.